Pengadaan Infrastruktur Di Daerah Harus Dihirau Pemerintah
Senin, 01 Maret 2010 10:34

Pemerintah harus hirau pengadaan infrastruktur di daerah, agar
ekonomi rakyat bangkit menuju kemakmuran.Rakyat ingin tahu apa arti 65
tahun kemerdekaan negara RI.Apa realisasi yang dicita-citakan para
pendiri negara tentang kemakmuran dan keadilan masih samar-samar.
Kegagalan pemerintah pusat menyediakan infrastruktur didaerah-daerah sejak masa Bung Karno,Soeharto, BJ Habibi, KH Abdurrahman wahid, Megawati  Soekarno Putri hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Padahal salah satu peluang warga negara mencapai peningkatan taraf ekonomi, dengan pengadaan infrastruktur yang merata dan memadai hingga keseluruh kepulauan nusantara.

Bung Karno lebih senang mengikuti emosinya, perang saudara daripada
mengerahkan TNI membangun infrastruktur jalan/jembatan (masa perlawanan, PRRI/permesta)lanjutan,Soeharto membabat jutaan hektar hutan tropis, uang negara dirampok para penipu lewat BLBI(Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) mengantarkan bangsa indonesia menjadi negara terkorup didunia dan mewariskan hutang luar negeri yang besar.

 

BJ Habibie dengan teknologi canggihnya, ubah Indonesia dari pengimpor
gunting kuku dan peniti,menjadi negara pengekspor pesawat
terbang, terjadilah pemborosan keuangan negara belasan tryliun Rupiah,pabrik dirgantaranyapun  bangrut, mewariskan puluhan ribu karyawan tidak gajian.

Gusdur mau ramping kabinet dan hemat negara,membubarkan Departemen Sosial dan Departeman Penerangan,belum sempat berbuat banyak Gusdur keburu jatuh oleh gerakan elit politik yang paksakan kehendak dan memperalat DPR.

Megawati Soekarno putri pun naik Tahta kekuasan,menyebar
pesona,meloloskan para penipu BLBI berlibur keluar negeri, santai-santai menikmati hasil rampokan, sementara rakyat diajak perketat ikat pinggang ( kelaparan).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama kabinet, Gemuk, sibuk urusan bencana alam dan buatan manusia serakah(semburan lumpur panas Lapindo)Alam lagi-lagi marah.

Mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang berhasil  bangun jalan
busway,membuat kemacetan diseputar jabotabek,konon jutaan warga ibu kotanegara terjebak genangan banjir.( Tammo Hidayat )

 
Baner