|
Sabtu, 31 Desember 2011 04:53 |
dody terpilih KNPI DKI I
LINTAS INDONESIA - Jakarta-dody terpilih menjadi ketua umum KNPI periode 2011-2013, dody terpilih dihotel oasis, setelah bertarung dengan beberapa kandidat yang dibayangi ketat oleh kandidat lain seperti Yaser palito dan boim ,.pemilihan ini sangat ditunggu karena acara terakhir |
|
Presiden Minta Wapres dan Gubernur DKI Atasi Banjir |
|
Senin, 31 Oktober 2011 05:35 |
Lintas Indonesia - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Wakil Presiden Boediono dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dapat segera mengatasi banjir yang melanda kawasan Jakarta Selatan.
Hal itu disampaikan Presiden kepada Wapres dan Gubernur DKI Jakarta di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/10), sebelum bertolak menuju Prancis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
“Ya”ahowu" Salam Khas Nias |
|
Minggu, 23 Oktober 2011 19:41 |
 Lintas Indonesia – Jakarta. “Ya”ahowu”, itulah salam khas masyarakat daerah Nias (Sumut), mengawali Pagelaran kesenian Nias bertemakan ‘Semalam di Tano Niha’ diselenggarakan di anjungan Sumatera Utara, TMII, sabtu 23/10/2011. |
|
Selanjutnya...
|
|
Jumat, 21 Oktober 2011 00:26 |
 Lintas Indonesia - Jakarta. Propinsi Sulawesi Barat bekerjasama dengan PT wahyu Promo Citra mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan sebuah program promosi, dalam rangka memperkenalkan produk-produk unggulan yang berasal dari berbagai daerah dan tersebar diseluruh antero pulau Sulawesi. Victor Nikijuluw Direktur Jenderal P2HP Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia mewakili Tjitjip Sharif Sutardjo Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia yang baru saja dilantik berhalangan hadir, meresmikan pembukaan program kegiatan yang dinamakan Sulawesi expo 2011 ini. Kamis, 20/10/201.
Dirjen mengatakan dengan diadakannya program seperti ini, diharapkan dapat menarik para investor untuk masuk menanamkan modalnya. Sudah barang tentu akan berimbas kepada kesejahteraan masyarakat Tomohon pada umumnya.
Dalam rangka mempromosikan produk unggulannya salah satu dari peserta Sulawesi Expo 2011 yakni Kabupaten Tomohon menampilkan beberapa kerajinan-kerajinan masyarakat, dan bunga. Menurut Jeane A Bolang, Kepala Badan Penanaman Modal (PMD),"ini merupakan program promosi, selain produk unggulan utama kami yaitu 'Bunga'. Kami juga memperkenalkan beberapa produk-produk unggulan yang lainnya," Jelasnya.
Kabupaten Tomohon dalam waktu dekat juga akan mengadakan event yang lebih besar yakni 'Tomohon International Flower 2012' dan nantinya untuk semua yang ada di kabupaten kota di seluruh Indonesia, diharapkan dapat berpartisipasi didalam mengikuti event ini. Rencananya akan diselenggarakan di kota Tomohon tahun 2012.
"ini merupakan promosi dari pemerintahan kota Tomohon. Jadi untuk semua investasi bagi penanam modal atas nama kota Tomohon melalui Badan Penanaman Modal, akan menjelaskan dan memaparkan kepada seluruh masyarakat bahwa ada peluang-peluang investasi di pemerintahan kota Tomohon," jelas Jenny.
Turut hadir didalam acara ini antara lain adalah dari perdagangan, perindustrian, koperasi, BP4K pemerintahan Tomohon. Semua yang disebut di atas sangat berkaitan dengan produk unggulan utama Kabupaten Tomohon, yaitu 'Bunga", sebagai penyuluh dilapangan untuk memaparkan tentang proses pembudidayaan bunga, sehingga Tomohon dapat ditampilkan dan dikenal lewat bunga,
Juga diharapkan Kabupaten Tomohon dapat menjadi bagian dari pada pemerintahan yang mendunia yaitu bagian dari pada suatu pemerintahan yang membuktikan kepada dunia bahwa hasil yang ada di kota Tomohon adalah Bunga. (Bri). |
|
Senin, 10 Oktober 2011 06:51 |
LINTAS INDONESIA - Sepanjang trotoar sisi timur Jalan Pangeran Mangkubumi Yogyakarta pagi ini (9/10) ramai dengan kesibukan 160 tim masak yang menyiapkan hidangan berbahan dasar ikan lele. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Victor Nikijuluw ikut hadir memberi semangat bersama Bupati Bantul, Wakil Bupati Kulonprogo, dan para pemimpin harian Kedaulatan Rakyat, pada acara bertajuk “Festival Masak Ikan Lele” tersebut. Acara yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun salah satu media massa besar di kota Yogyakarta ini bertujuan untuk menggenjot tingkat konsumsi ikan warga setempat.
Provinsi DIY tercatat memiliki tingkat konsumsi ikan 9,74 kg/kapita/tahun, yang merupakan angka terendah di Indonesia. Pada tahun 2010, secara nasional Indonesia memiliki tingkat konsumsi ikan 30,47 kg/kapita/tahun. Angka tersebut masih di bawah Malaysia yang sebesar 55,4 kg/kapita/tahun, maupun Singapura yang sebesar 37,9 kg/kapita/tahun. Rendahnya konsumsi ikan ini membutuhkan perhatian dari segenap kalangan. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyambut baik inisiatif media massa yang ikut menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memperbanyak konsumsi ikan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Rawan Banjir di wisata Kawasan Gunung Salak Endah |
|
Rabu, 28 September 2011 14:19 |
|
Lintasindonesia-Kawasan Gunung Salak Endah (GSE) yang terletak di sebelah barat Kota Bogor di sekitar kaki Gunung Salak terdapat obyek wisata alami yang dapat kita jumpai seperti Pemandian Air Panas, Wana Wisata Kawah ratu, Curug Seribu, Curug Ngumpet, Curug Cigamea dan ada kerajinan Tangan dari Masyarakat sekitar. Meski memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi salah satu Obyek wisata di Bogor Propinsi jawa Barat, namun hingga saat ini perkembangan obyek wisata kawasan Gunung Salak Endah masih belum maksimal. Seharusnya pemerintah daerah melihat perkembangan kawasan wisata untuk dikelola secara Maksimal agar menjadi daya tarik wisata yang dapat mempercepat pertumbuhan Ekonomi masyarakat sekitar.
Kawasan wisata Gunung salak Endah merupakan kawasan strategis wisata bahkan saat ini banyak berdiri bangunan sebagai sarana prasarana wisata seperti Villa dan restoran.
Keadaan ini ternyata tidak diimbangi dengan perbaikan sarana lain, seperti jalan yang mulai rusak masihbanyak berbatu sehingga butuh waktu yang lama untuk sampai ditempat Lokasi wisata , pengelolaan parkir kendaraan dan Asuransi kecelaakaan Wisata yang tidak ada. Hal ini menjadi salah satu kendala yang dirasakan hingga saat ini.
Wisata dipemandian Air panas, terlihat pemandangan yang tidak pernah dijumpai di perkotaan khususnya Jakarta. Gunung-gunung yang masih tinggi, jalan yang berkelok-kelok dan berliku-liku, pohon-pohon yang besar dan tentunya udara yang masih segar alami.
Keindahan alam, seperti gunung yang masih hijau dan Air Terjun serta air panas yang dimiliki Kawasan Gunung Salak Endah memang merupakan aset yang tak ternilai harganya dan sangat potensial untuk dikelola oleh pemerintah.
Tempat wisata didaerah tersebut rata-rata dikelola oleh masyarakat sekitar, sehingga sistem pelayanan dan jaminan keselamatanpun tidak ada, padahal daerah wisata sering terjadi banjir bandang yang menewaskan beberapa pengunjung.
Salah satu pengunjung yang berasal dari Bogor menjelaskan bahwa ada kejadian banjir bandang, yang menghanyutkan pengunjung yang lagi main Air di kali.
Hal senada juga di sampaikan oleh Rudy pengunjung dari Jakarta yang mengatakan “tempat wisata ini bagus, sayangnya pengelolaanya kurang maksimal, mulai dari pelayanan parkir, keselamatan pengunjung anehnya lagi Tiket masukpun tidak ada” .
"Untuk menyikapi keadaan itu semua sebaiknya pemerintah daerah segera mengambil tindakan dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar wisata agar pengelolaan wisata dikelola lebih professional. Dengan begitu dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar khususya dan perekonomian Indonesia pada umumnya". demikian Tutupnya (Lindo)
|
|
Pembuat Petasan di Sumenep Ditangkap Polisi |
|
Sabtu, 06 Agustus 2011 10:46 |
LINDO – Anggota Satuan Reskrim Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, menangkap pembuat mercon atau petasan dengan inisial BKR, warga Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding.
“Dari tangan tersangka kami menyita sedikitnya 1.340 mercon siap pakai dan sebagian sudah dibungkus plastik kecil untuk dijual,” kata Kabag Operasional Polres Sumenep Komisaris Edy Purwanto, Sabtu (6/8).
|
|
Selanjutnya...
|
|
Anhar Nasution : Jangan harap akan terciptanya anak-anak Bangsa yang Handal, kalo kebanyakan memakai Narkoba |
|
Minggu, 19 Juni 2011 23:00 |
|
Lintasindonesia - Jakarta. Sudah menjadi kewajiban kita bersama, bila lingkungan tempat kita tinggal terdapat hal-hal yang perlu dibenahi. Dengan secara bergotong royong pekerjaan seberat apapun pasti dapat diselesaikan dengan mudah. Untuk itu salah satu kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Satuan Tugas Anti Narkoba (SAN) telah melakukan pelantikan pengurus daerah Jakarta Pusat di gedung Juang, Sabtu, 18/06/2011.
Menurut Anhar Nasution, Ketua Umum SAN, “Para kader dari delapan kecamatan daerah Jakarta Pusat, menjadi ujung tombak didalam memberantas narkoba yang selama ini telah meresahkan masyarakat khususnya Jakarta Pusat”, ujarnya. |
|
Selanjutnya...
|
|
Sri Sultan Hamengku Buwono X :Kini Bola Panas RUUK DIY berada di tingkat Pusat |
|
Jumat, 17 Juni 2011 12:33 |
LINTAS INDONESIA- Yogyakarta- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tidak mengetahui perkembangan RUUK DIY karena saat ini sedang dibahas di tingkat pusat. Dengan demikian, kewenangan untuk menentukan kapan pembahasan RUUK DIY akan selesai itu tergantung pusat.
"Jadi, saya tidak tahu jika RUUK DIY yang ditargetkan selesai pada Juli 2011 itu nanti deadlock. Saya disuruh apa jika memang deadlock, saya bisa apa karena hal itu memang wewenang DPR," katanya. Kini bola panas RUUK DIY berada di tingkat pusat. Jadi, keputusan apa pun terkait dengan RUUK DIY itu tergantung pusat," katanya di Yogyakarta, Juma |
|
Selanjutnya...
|
|
Terlambatnya 840 Box Container ke Jalur Merah sangat merugikan Importir |
|
Kamis, 02 Juni 2011 11:51 |
|
LINTAS INDONESIA.COM- Tanjung Priok - Terlambatnya 842 box container masuk kejalur merah sangat merugikan importer, keluhan ini banyak diutarakan para importer, hal ini menimbukan aroma tak sedap dimana satu box ditarif Rp 50.000, jelas memunculkan angka siluman sekitar 400 jutaan. ” Walaupun sudah diberi Rp 50 000 kepada calo belum tentu masuk kejalur merah dengan cepat,” Ungkap salah satu karyawan yang kecewa di pelabuhan tanjung priok
“Pengangkutan box container sangat kurang dirasakan saat dilapangan,” Ujar karyawan pelabuhan lain menimpali Beban ini sangat berat dirasakan para importer karena untuk hari pertama mereka mengalami kerugian 10 dolar AS ditambah hari berikutnya sekitar 35 dolar AS, sehingga dapat diperkirakan box container empat hari baru dapat dipindahkan ke jalur merah, hal ini diduga terjadi kongkalikong antara pihak pelindo II dan pihak yang berkaitan disebabkan banyaknya calo bergentayangan disekitar pelabuhan tanjung priok. |
|
Selanjutnya...
|
|