DKP akan Luncurkan Program Three in One
Kamis, 10 Desember 2009 14:25

LINTAS INDONESIA-Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan meluncurkan program terbaru dalam sektor pengembangan industri kelautan yakni program Three in One pada Januari 2010.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad pada perayaan Hari Nusantara di Makassar, Rabu (9/12), mengatakan, program tersebut akan memadukan tiga produk kelautan sekaligus yakni udang, rumput laut dan ikan bandeng dalam satu tambak sebagai area budidaya.

Ia menjelaskan, udang yang akan dibudidayakan bersama bandeng dan rumput laut dalam satu tambak, yakni dari jenis Vaname Nusantara. Pola ini diharapkan mampu meningkatkan produksi karena pencampuran ketiga hasil laut ini tidak akan mengganggu produksi.

Sementara itu, untuk menjaga stabilitas stok udang dalam negeri, kata Fadel, pemerintah memutuskan tidak akan membuka kran impor udang untuk tahun depan.


Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjawab keresahan produsen udang dalam negeri yang mengkhawatirkaan pembukaan kran impor pada 2010. Terlebih nelayan tambak dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan domestik.

Bahkan, produsen udang Indonesia mampu mengekspor udang, yang mayoritas dikirim ke sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa.

"DKP menilai, jika impor udang dibuka, akan merugikan pengusaha dalam negeri," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Sulsel menargetkan sebagai produsen udang terbesar di Indonesia dengan produksi 33 ribu ton pada 2014.

Saat ini, produksi udang Sulsel baru berkisar pada angka 17 ribu ton per tahun.

Oleh karena ini, seluruh tambak udang di Sulsel yang mencapai 100 ribu hektare direvitalisasi untuk kembali berproduksi. Kawasan yang menjadi pusat pengembangan udang yakni Kabupaten Pangkep, Barru, Maros, Bulukumba dan Bantaeng.

"Kami optimistis dapat memenuhi permintaan dengan revitalisasi ini," katanya di depan peserta peringatan Hari Nusantara yang diikuti perwakilan sejumlah provinsi. (MI/Ynus)

 
Baner