| Gajah Hancurkan 40 Rumah di Aceh Timur |
| Kamis, 11 Februari 2010 06:42 |
LINTAS INDONESIA--Sekitar 40 unit rumah penduduk di Kabupaten Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, hancur diserang puluhan gajah liar. Akibatnya sebagian warga takut beraktivitas di kebun dan memilih mengungsi.
Kawasan paling parah akibat serangan ini yang telah terjadi dalam dua bulan terakhir adalah Kecamatan Pante Bidari, Banda Alam, Indra Makmue, Julok, Ranto Pereulak, Idi Timu, Simpang Jernih, dan Kecamatan Lokop. Di Kecamatan Pante Bidari, 10 unit rumah petani miskin di Desa Rambong, hancur diobrak-abrik enam ekor binatang bertubuh besar itu. Selain itu sekitar 100 hektare tanaman perkebunan seperti pinang, kakao, pisang, kelapa, dan karet juga dirusak hewan dilindungi itu. Ismail, tokoh masyarakat Pante Rambong, Kamis (11/2) mengatakan pihaknya tidak berani menghalau serangan karena kawanan gajah bisa berbalik arah menyerang. “Ketika mengombrak abrik tanaman saja mengamuk, apalagi kalau merasa tergangguâ” kata Muhammad Ishak, tokoh pemuda lainnya. Warga mengharapkan pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) segera mencari solusi pencegahan. Kalau berlarut-larut dikawatirkan berakibat buruk terhadap perekonomian masyarakat yang berpencarian sebagai petani. Catatan Media Indonesia, gangguan gajah dan harimau di berbagai kawasan Aceh, akibat kerusakan hutan hingga terganggu habitan binatang liar. Sedangkan lokasi ganguan gajah di pedalaman Aceh Timur, termasuk kawasan perambahan hutan paling parah sejak lima tahun terakhir oleh kelompok tertentu yang memiliki modal dan jaringan kuat. (MI/nan) |
LINTAS INDONESIA--Sekitar 40 unit rumah penduduk di Kabupaten Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, hancur diserang puluhan gajah liar. Akibatnya sebagian warga takut beraktivitas di kebun dan memilih mengungsi.





