| Polisi Intensifkan Pengejaran Pembunuh Aktivis Petani |
| Jumat, 12 Februari 2010 06:55 |
|
LINTAS INDONESIA-Kepolisian mengintensifkan pengejaran terhadap pelaku pembantaian seorang aktivis petani plasma dan istrinya di Kabupaten Lampung Barat. "Kami sudah mengantongi identitas dan lokasi pelaku. Mereka berjumlah dua orang dan saat ini sedang dalam pengejaran tim gabungan dari Polda Lampung dan Polres Lampung Barat," kata Direskrim Polda Lampung Kombes Darmawan Sutawijaya di Bandar Lampung, Jumat (12/2). Ia enggan berkomentar tentang motif pelaku pembantaian sadis tersebut, sebelumnya pelakunya ditangkap. "Sekarang masih proses pengejaran. Saya belum berani berbicara banyak, termasuk masalah motif pelaku," kata dia. Untuk sementara, polisi menyimpulkan motif pelaku pembantaian adalah murni perampokan, belum sampai dugaan dibunuh karena aktivitasnya sebagai pembela hak-hak petani plasma di daerah itu. "Begitu pelaku tertangkap, baru bisa terungkap jelas motifnya apa," kata Darmawan. Sukardi, 30,dan istrinya, Nasbiah, 20, warga Dusun Sukamaju, Pekon Pagarbukit, Kecamatan Bengkunat, ditemukan warga tewas di kamar mandi dalam rumahnya, pada Kamis (11/2) dini hari, pukul 00.30 WIB. Selain itu, warga juga menemukan putra semata wayang mereka, Muhaimin, 3,5, tergolek di jalan dengan kondisi luka-luka bersama sepeda motor pelaku. Menurut penuturan warga sekitar, sebagaimana diberitakan di Lampung, Sukardi adalah pejuang yang membantu petani memperjuangkan hak-hak petani melawan PT KCMU. Dua hari terakhir, petani plasma PT Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU) Lampung Barat, yang mengatasnamakan Paguyuban Petani Sawit atau Aliansi Petani Mandiri, mendatangi pemkab setempat. Mereka mendesak perusahaan mengembalikan lahan mereka yang sudah belasan tahun dikuasai tanpa bagi hasil memadai. Menurut pekebun plasma, PT KCMU tak pernah transparan terhadap mereka, karena menahan sertifikat dan melakukan pemotongan terhadap hasil perkebunan untuk angsuran kredit sebesar Rp7-7,5 juta, yang semestinya telah lunas hanya dalam tempo delapan tahun. Sukardi adalah salah satu aktivis yang giat membantu petani dalam memperjuangkan hak mereka tersebut, meskipun tidak ikut berdemo di lapangan. (Ant/fir/MI) |





