Harga Bensin di Bengkulu Mencapai RP 10.000 per Liter
Jumat, 30 April 2010 05:26

LINTAS INDONESIA - Warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu mengeluhkan tingginya harga BBM premium di tingkat pedagang pengcer sepekan terakhir ini yang mencapai Rp10 ribu per liter.


“Tingginya harga BBM itu tidak hanya pada tingkat pedagang pengecer, tapi juga pada tingkat satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi Rp5.000,00 mestinya Rp4.500,00 per liter,” kata Romi salah seorang warga Putri Hijau, Jumat (30/4).

Kenaikan harga BBM tersebut membuat masyarakat resah, karena semua kegiatan akan terhambat, mengingat keterbatasan stok pada tingkat SPBU setempat. Biasanya di wilayah Putri Hijau stok BBM aman-aman saja, tapi sepekan terakhir cenderung kekurangan, sedangkan pedagang pengecer makin menjamur sampai di pedesaan.

Dari desa mau ke SPBU di ibukota kecamatan sudah memakan waktu dan terpaksa membeli bensin dengan harga tinggi untuk ikut antrian di SPBU, kalau sedang beruntung bisa mendapatkan minyak. “Tetapi menjadi kesal kita sudah ikut antrean panjang di SPBU, sampai pada giliran mau mengisi stok di SPBu sudah habis padahal sudah berjam-jam menunggu,” keluhnya.

 

Selama ini pedagang pengecer BBM jenis bensin tidak menjamur seperti sekarang dan harganya masih terjangkau, setelah pedagang pengecer ada di mana-mana justru harganya lebih tinggi. Sementara menurut Ilias, warga Gunung Selan, Kecamatan Kota Arga Makmur Bengkulu Utara, harga BBM di SPBU setempat naik menjadi rp5.000,00 per liter, sedangkan angka tertulis di pompanya hanya Rp4.500,00 per liter.

Kepala Wira penjualan (WP) Pertamina Depot Pulau Baai Bengkulu Dhamba ketika dihubungi mengatakan, suplai BBM baik bensin maupun solar cukup lancar ke seluruh SPBU termasuk di Bengkulu Utara. “Kita juga terkejut kalau ada warga mengeluhkan harga BBM jenis bensin tinggi dan cenderung langka, hal itu tidak benar dan akan kami cek ke lapangan,” tandasnya.

Bila keluhan tersebut terbukti, terutama ada SPBU yang menjual bensin Rp5.000,00 per liter akan dilakukan tindakan tegas, karena pelayanan ke masyarakat selama ini terus ditingkatkan, katanya.

Masalah menjamurnya pedagang pengecer BBM itu adalah wewenang instansi terkait di wilayah masing-masing, bukan tanggung jawab Pertamina dan hal tersebut agar dipahami masyarakat, tambahnya. (Ant/fit)

 
Baner