Terlambatnya 840 Box Container ke Jalur Merah sangat merugikan Importir
Kamis, 02 Juni 2011 11:51

LINTAS INDONESIA.COM- Tanjung Priok - Terlambatnya 842 box  container  masuk  kejalur merah sangat merugikan importer, keluhan ini banyak diutarakan para importer, hal ini menimbukan aroma tak sedap dimana  satu box ditarif Rp 50.000, jelas memunculkan angka siluman sekitar 400 jutaan.
” Walaupun sudah diberi Rp 50 000 kepada calo belum tentu masuk kejalur merah dengan cepat,” Ungkap salah satu karyawan  yang kecewa di pelabuhan tanjung priok

“Pengangkutan box container sangat kurang dirasakan saat dilapangan,” Ujar karyawan pelabuhan lain menimpali
Beban ini sangat berat dirasakan para importer karena untuk hari pertama mereka mengalami  kerugian 10 dolar AS ditambah hari berikutnya sekitar 35 dolar AS, sehingga dapat diperkirakan box  container empat  hari baru dapat  dipindahkan ke jalur merah, hal ini diduga terjadi kongkalikong antara pihak pelindo II dan pihak yang berkaitan disebabkan banyaknya calo bergentayangan disekitar  pelabuhan tanjung priok.

Padahal PT Graha segara melalui Direkur Exkutifnya  M. Roy Rayadi sudah melayangkan surat keberatan  dan meminta penjelasan mengenai penyebab tidak adanya penarikan container  kejalur merah tersebut , dan sampai saat ini blom ditanggapi oleh pihak PT Jakarta International container Terminal sebagai pihak pengelola.
Hal ini harus disikapi  dan direspon cepat  oleh pihak Pelindo II, agar berjalan normal seperti biasa sebab bila ini dibiarkan terlalu lama menimbulkan aura busuk yang tak sedap jelasnya mengganggu distribusi barang dan menambah beban pengusaha (Amin/alfian)

 
Baner