|
Dirut BEI : kinerja IHSG terbaik kedua |
|
Sabtu, 31 Desember 2011 07:01 |
LINTASINDONESIA-Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja terbaik kedua di kawasan Asia Pasifik pada 2011 setelah bursa efek Filipina.
"IHSG BEI merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik ke dua pada 2011 setelah bursa efek Filipina bila dibandingkan dengan indeks-indeks saham lain di kawasan Asia Pasifik yang justru negatif setahun ke belakang," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Jumat.
Ito Warsito mengemukakan, IHSG pada akhir perdagangan pada Kamis (29/12) tahun ini ditutup di posisi 3.808,77 atau menguat 2,84 persen dibanding posisi penutupan pada akhir tahun 2010 yang berada di posisi 3.703,51.
Dalam data yang dikeluarkan BEI, bursa Filipina naik 4,07 persen menjadi 4.371,96 pada 29 Desember 2011 dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama di posisi 4.201,14.
Ia menambahkan, seiring dengan kenaikkan IHSG, maka nilai kapitalisasi pasar dan transaksi saham di BEI mengalami peningkatan sebesar 8,54 persen menjadi Rp3.524,48 triliun per 29 Desember 2011 dibanding akhir tahun 2010 sebesar Rp3.257,10 triliun.
Ia mengatakan, total transaksi di BEI sepanjang 2011 mencapai Rp1.220,67 triliun, angka itu meningkat sebesar 3,78 persen dari total nilai transaksi saham sepanjang 2010 sebesar Rp1.176,24 triliun.
"untuk transaksi rata-rata harian juga mengalami peningkatan dari Rp4,80 triliun per hari pada 2010 menjadi Rp4,96 triliun per hari pada 2011," kata Ito Warsito menambahkan.
Ia menambahkan, dilihat dari nilai bersih transaksi saham yang dilakukan oleh investor asing sepanjang 2010 terjadi aliran masuk (net inflow of foreign capital) sebesar Rp20,98 triliun.
"Angka itu meningkat cukup signifikan sepanjang 2011 menjadi Rp23,87 triliun hinga 29 Desember 2011," kata dia.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito menambahkan, meski periode Januari-Desember IHSG tercatat hanya tumbuh dua persen, masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.
"Jika dibandingkan bursa negara lain, bursa kita masih lebih baik, kinerja IHSG tergerus oleh sentimen negatif eksternal yang cukup kuat sehingga menahan penguatan IHSG," ujar dia.(ANT/ROBERT) |
|
Jumat, 02 Desember 2011 03:25 |
LINTASI INDONESIA - Deputy Gubernur Bank Indonesia Diskusi Majelis Pakar 30 November 2011 Guna meningkatkan daya saing Ekonomi Indonesia, dibutuhkan berbagai bauran kebijakan antara BI dan Pemerintah, stabilitas makroekonomi, kebijakan di sector infrastruktur, serta kebijakan kesehatan dan pendidikan dasar Peningkatan perkembangan pasar keuangan, dan kebijakan kesehatan dan pendidikan dasat Peningkatan perkembangan pasar keuangan, kebijakan efisiensi di berbagai sector rill Permasalahan utama ekonomi kita adalah Rendahnya tingkat produktifitas tenaga kerja Indonesia, tercermin dari terakhir total factor productivity Indonesia yang dalam 10 tahun terakhir dibawah 2% dengan kecenderungan terus menurun Rendahnya prioritas pembangunan disektor teknologi dan infrastruktur mengakibatkan kebijakan industrialisasi Indonesia belum mengakar dan system Insentif secara makro mendorong investasi kearah yang domestic oriented dan konsumtif yang cenderung mendorong import., ujar depetui BI Halim memaparkan keadaan Indonesia secara utuh Sekain itu kita harus meningkatkan daya saing SDM Indonesia yang bertujuan meningkatkan kemampuan penduduk Indonesia untuk menuju hidup yang lebih baik dan produktif, kebijakan dibidang pendidikan diharapkan dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar dimasa mendatang,tp yang menjadi persoalan adalah biaya pendidikan dewasa ini menjadi mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat kebanyakan , sehingga akses pendidikan ditingkat universitas akan menjadi sulit bagi masyarakat, kondisi ini akan menjadi hambatan untuk meningkatkan produktifitas SDM, dan akan berdampak negatife terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Anwar Nasution sebagai moderator,..mengatakan harus kita pakai cara sahabat rasulullah dimana abubakar memerangi kaum yang tidak membayar pajak,..sehingga baitul mall terisi dan dapat dimanfaatkan umat untuk kesejahteraan(alfian)
|
|
Senin, 24 Oktober 2011 21:46 |
|
Lintas Indonesia – Jakarta. Krisis ekonomi yang melanda pada sebagian belahan dunia khususnya Amerika (AS) dan di negara-negara Eurozone, masih belum ada tanda-tanda pemulihan yang berarti. Tahun 2010 sedikit menunjukkan perbaikan ternyata kembali mengalami kontraksi dengan ditandai melemahnya pertumbuhan ekonomi global.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kamis, 06 Oktober 2011 20:36 |
 Lintas Indonesia – Jakarta. Mazee (baca : Mezi) The Fashion Store telah hadir setahun yang lalu, tepatnya sejak Juli 2010. Bagi pecinta fashion yang dinamis, berjiwa muda dan update dengan gaya hidup terkini telah menjadi salah satu tempat tujuan berbelanja kaum muda Jakarta dan yang berjiwa muda. |
|
Selanjutnya...
|
|
PT:EDI tbk, Dividen Sebagai Laba Ditahan |
|
Jumat, 24 Juni 2011 06:14 |
LINDO – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Equity Development Invesment Tbk. Di gedung Grand Tropic. Jumat, 24/06/2011, Tahun buku 2010 sepakat dividen di tahan.
Mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Dewan Komisaris per 31 Desember 2010 serta memberi pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et decharge)terhadap anggota direksi.
Dividen tahun 2010 ini tidak dibagikan kepada para pemegang saham dan tercatat sebagai laba ditahan (Retained Earning) guna menutupi kerugian perseroan dari tahun sebelumnya.(zul)
|
|