Jelang Hari Gizi Nasional,Tango gelar Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia
Senin, 25 Januari 2010 08:43

3 Hari menjelang Hari Gizi Nasional, Wafer Tango meluncurkan program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia, suatu bentuk program kepedulian Wafer Tango untuk anak-anak Indonesia yang menderita kekurangan gizi. Acara yang dipandu oleh Pandji Pragiwaksono ini dihadiri oleh PR Manager OT, Yuna Eka Kristina; Ketua Yayasan Obor Berkat Indonesia, Non Rawung; Dokter ahli gizi, Dr. Leanne Suniar M, MSc, SpGK; Perwakilan pelaksana lapangan Obor Berkat Indonesia di Kabupaten Nias, dr. Monic Silalahi.

Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan hasil alamnya. Walaupun demikian, masih banyak saudara-saudara kita yang tinggal di daerah pedalaman, terutama anak- anak mengalami kekurangan gizi ataupun berpotensi besar untuk kekurangan gizi. Selain keadaan hidup mereka yang dibawah garis kemiskinan, hal tersebut disebabkan juga oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehatan dan hidup sehat.

Menyikapi hal tersebut, wafer Tango sebagai wafer sehat bernutrisi ingin berbagi nutrisi layak bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di daerah terpencil dan terbelenggu masalah kekurangan gizi. Menurut Yuna Eka Kristina selaku PR Manager OT, melalui pemberitaan media massa dapat dilihat bahwa tingkat kecukupan gizi di Indonesia terutama di daerah-daerah terpencil masih sangat rendah. Oleh karena itu, wafer Tango tergugah untuk turut mengambil tindakan nyata membantu mereka. “Untuk itulah Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia diluncurkan. Sementara ini, Tango fokus kepada 2 daerah dulu, yaitu Kabupaten Nias dan Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Pemilihan kedua daerah tersebut berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan oleh pihak OBI,” tambah Ibu yang sudah lama berkecimpung di dunia PR ini.

Tango sadar bahwa hal ini tidak akan bisa maksimal apabila dilakukan sendiri. Oleh karena itu, melalui program ini, wafer Tango ingin menginspirasi para konsumennya untuk saling berbagi.

“Pasalnya hasil dari penjualan Tango, akan disisihkan untuk program peduli gizi ini. Jadi jika konsumen membeli Tango, maka konsumen tidak hanya dapat menikmati nutrisi yang di kandung oleh Tango, tetapi juga membantu anak-anak di luar sana untuk mendapatkan gizi yang lebih baik,” tambah Yuna.

Program ini bekerjasama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) selaku pelaksana program di lapangan. Ada 2 aktivitas besar yang akan dilakukan, yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan mendukung dana operasional Feeding Centre yang dikelola oleh OBI. Pemberian Makanan Tambahan adalah program pemberian gizi yang akan ditujukan untuk anak-anak usia 5 - 12 tahun, setelah sebelumnya dilakukan survei data Antropometri (Berat Badan/BB; Tinggi Badan/ TB; Lingkar Lengan/ LILA ), untuk memastikan kondisi gizi dan sebagai parameter evaluasi ke depannya. Pada program PMT ini, anak- anak akan diberikan makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna serta wafer Tango sebagai pelengkap nutrisi. Sedangkan Feeding Center diperuntukkan bagi anak gizi buruk yang membutuhkan perawatan intesif dari staf medis.

Di Feeding Center, anak-anak harus menjalani rawat inap. Setiap hari perkembangan mereka akan dipantau oleh dokter spesialis anak. Pemberian makanan pun sangat diperhatikan. Jumlah kalori yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi anak tersebut. Selain itu, orang tua si pasien pun mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kesehatan dan gizi bagi anak-anak mereka termasuk didalamnya pemberian gizi yang seimbang terhadap anak. Melalui program ini, 500 anak Indonesia akan mendapatkan tambahan gizi.

Angka tersebut diluar pasien yang mendapatkan perawatan intensif dari Feeding Center. Untuk Kabupaten Nias, bantuan PMT akan terbagi dalam 3 desa, yaitu Desa Sitolu Banua, Desa Baledano, dan Desa Sisarahili. Untuk masing-masing desa kita bagi kepada 100 anak yang membutuhkan berdasarkan survei yang telah dilakukan terlebih dahulu. Sedangkan anak-anak yang terdeteksi memiliki status gizi sangat buruk sehingga membutuhkan tindak lanjut, dapat langsung mendapatkan perawatan intensif di fasilitas Feeding Center yang terdapat di Kabupaten Nias. Dalam setahun, Feeding Center tersebut dapat menampung sekitar 72 anak yang mengalami gizi buruk hingga tingkat gizi sangat buruk.

Program serupa juga akan dijalankan di daerah Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 200 anak di daerah tersebut, tepatnya di Desa Koko dan Desa Poka. Seiring dengan diluncurkannya Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia ini, Tango pun meluncurkan website www.tangopeduligizi.com .

Segala informasi mengenai Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia dapat dilihat disini. “Di website ini kita akan menginformasikan kemajuan program. Konsumen juga dapat berinteraksi dengan anak- anak program. Dengan demikian Tango berharap dapat menciptakan ikatan emosional antara konsumen dengan anak-anak di Kabupaten Nias dan Nusa Tenggara Timur tesebut,” tutup Yuna.

 
Baner