| Triwulan I 2010, BRI Meraih Laba2,15 T |
| Jumat, 30 April 2010 06:55 |
LINTAS INDONESIA - Pada hari ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempublikasikan kinerja Keuangan pada masa periode triwulan I 2010 BRI memperoleh laba Rp 2,15 triliun setelah taksiran pajak. Dengan demikian, BRI mengalami pertumbuhan sebesar Rp 25,14 persen dari perolehan laba pada periode yang sama di tahun 2009."Peningkatan laba tersebut didukung oleh total aset Bank BRI yang meningkat secara signifikan sebesar 21,47 persen," tutur Direktur Keuangan BRI Abdul Salam dalam keterangan pers di Gedung BRI, Jumat (30/4/2010). Pada periode yang sama tahun lalu, BRI memperoleh laba sebesar Rp 1,719 triliun. Direktur Operasional BRI Sarwono mengatakan kondisi laba banyak dipengaruhi oleh total keberhasilan penyaluran kredit yang stabil. "Porsi kita yang bagus kredit. Kredit UMKM semua kan selalu butuh. Semua berkembang," ujarnya. BRI mencatat peningkatan portfolio kredit sebesar Rp 43,73 triliun menjadi Rp 208,96 triliun atau tumbuh sebesar 26,47 persen. Peningkatan penyaluran kredit inilah yang mendukung tumbuhnya aset kredit BRI. . Ekuitas juga mengalami pertumbuhan sebesar 25,14 persen menjadi Rp.30,25 triliun dari Rp.24,17 triliun pada triwulan I 2009. Sementara itu, BRI juga mencetak pendapatan bunga bersih sebesar Rp 6,702 triliun, naik 23,79% dari sebelumnya Rp 5,414 triliun. Beban operasional meningkat lebih kecil sebesar 19,94% menjadi Rp 3,657 triliun dari sebelumnya Rp 3,049 triliun. Dari sisi kredit, Bank BRI juga berhasil meningkatkan portofolio kredit menjadi sebesar Rp 208,96 triliun, atau naik 26,47 pesren dari tahun sebelumnya Rp 165,23 triliun. Fee based income menurun 13,9% menjadi Rp 826,2 miliar dari sebelumnya Rp 959,3 miliar. NPL Gross tercatat sebesar 4,1%, naik dari sebelumnya 3,24%. NPL Net juga naik menjadi 1,21% dari sebelumnya 1,02%. NIM menurun ke 9,37% dari sebelumnya 9,46%. LDR meningkat ke 86,53% dari sebelumnya 81,35%. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat total kucuran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 13,73 triliun pada triwulan-I 2010, dan sudah tersalurkan ke lebih dari 2,52 juta nasabah. Perseroan pun setuju untuk menurunkan suku bunga KUR seperti yang diusulkan pemerintah, dari saat ini sebesar 22%. Selain itu, portofolio kredit perseroan sampai 31 Maret 2010 tercatat Rp 208,96 triliun atau meningkat Rp 43,73 triliun dari posisi yang sama di tahun lalu Rp 165,23 triliun. "Kami percaya KUR akan tetap ada karena pada kenyataannya mikro selalu butuh pendanaan. Bunga sebetulnya tidak menjadi masalah bagi mereka," jelas Direktur Operasi BRI Sarwono Sudarto. Menurutnya, lumrah jika bunga KUR lebih tinggi dari kredit korporasi. Pasalnya ongkos transaksi tetap berlaku, khususnya di masing-masing kantor cabang. Dengan nilai kredit yang kecil, maka pembebanannya akan semakin besar. "Kita kan juga tetap buka outlet, di mana masing-masing minimal punya empat orang," ungkapnya. BRI juga mempersiapkan debitur mereka untuk naik kelas, hingga platform kredit pun akan menjadi lebih besar. "Kita ajarkan neraca kepada mereka. Kita sedang siapkan," paparnya. KUR BRI selama tahun 2009 tercatat sebesar Rp 5,3 triliun atau turun sebesar Rp 1,54 triliun jika dibandingkan pada tahun 2008 yang sebesar Rp 6,86 triliun. Penyaluran KUR di tahun 2009 yang menurun dibandingkan dengan 2008 disebabkan peraturan KUR dari Komite Kebijakan KUR.(Dody) |
LINTAS INDONESIA - Pada hari ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempublikasikan kinerja Keuangan pada masa periode triwulan I 2010 BRI memperoleh laba Rp 2,15 triliun setelah taksiran pajak. Dengan demikian, BRI mengalami pertumbuhan sebesar Rp 25,14 persen dari perolehan laba pada periode yang sama di tahun 2009.




