Bank DKI penyumbang PAD terbesar bagi Pemprov DKI Jakarta
Minggu, 02 Mei 2010 14:41
LINTAS INDONESIA.-Jakarta .- Bank DKI penyumbang PAD terbesar bagi Pemprov DKI Jakarta, kinerja keuangan Bank DKI juga mengalami peningkatan secara signifikan dalam triwulan pertama di tahun 2010 ini. Bahkan, sampai dengan Maret 2010, Bank DKI berhasil meraih laba sebelum pajak sebesar Rp 149 miliar atau tumbuh 53,61 persen dibanding laba pada Maret 2009 yang hanya Rp 97 miliar.

?Sebagaimana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2009 tanggal 26 April 2009, Bank DKI mencatat laba bersih sebesar Rp 140 miliar di akhir Desember 2009. Dari laba tersebut, 43,43 persen disetorkan sebagai dividen untuk Pemprov DKI Jakarta (Rp 61 miliar) yang mempunyai saham 99,83 persen dan Rp 100 juta untuk PD Pasar Jaya yang mempunyai saham 0,17 persen. Sedangkan 53,02 persen dari laba dialokasikan sebagai cadangan umum dan cadangan tujuan, sedangkan 2,95 persen dialokasikan untuk dana kesejahteraan,? ujar Winny Erwindia, Direktur Utama Bank DKI,

?Hal itu dikarenakan adanya penyesuaian (adjustment) terhadap mark to market dan koreksi atas cadangan kerugian penurunan nilai, penyisihan penghapusan aset non produktif sehingga rasio beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) dapat ditekan menjadi 72,08 persen pada Maret 2010 dibanding Maret 2009 yang mencapai 80,27 persen. Namun di periode yang akan datang hal ini akan kembali kepada situasi normal,? ucapnya.

Winny menambahkan, meningkatnya kinerja keuangan Bank DKI juga didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga dari masyarakat dan penyaluran kredit. Dana pihak ketiga Bank DKI meningkat dari Rp 10,12 triliun per Maret 2009 menjadi Rp 12,10 triliun per Maret 2010 atau tumbuh sebesar 19,66 persen. Demikian pula halnya untuk penyaluran kredit, tumbuh sebesar 8,69 persen atau meningkat sebesar Rp 6,40 triliun dari Maret 2009 menjadi Rp 6,95 triliun pada Maret 2010.

Sedangkan untuk rasio-rasio keuangan cukup baik. Untuk posisi Maret 2010, CAR dengan memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional adalah 14,95 persen dari 14,65 persen pada Maret 2009. Namun demikian, LDR mengalami penurunan menjadi 57,42 persen pada Maret 2010 dibandingkan Maret 2009 yang mencapai 63,16 persen, hal tersebut dikarenakan peningkatan dana pihak ketiga tumbuh lebih signifikan dibandingkan penyaluran kredit.

Adapun untuk NPL nett yang meningkat dari 2,06 persen pada Maret 2009 menjadi 2,85 persen pada Maret 2010, dikarenakan adanya penetapan kolektibilitas yang lebih konservatif dengan pembentukan cadangan yang lebih aman. ?Rasio keuangan Bank DKI tetap dalam batas-batas yang memadai,? kata Winny.

Pihaknya merinci, secara keseluruhan, aset Bank DKI juga tumbuh sebesar 10,15 %, naik Rp 1,37 miliar dari Rp. 13,432 triliun pada Maret 2009 menjadi Rp. 14,80 triliun pada Maret 2010. Untuk menghadapi tantangan di tahun 2010, Bank DKI merencanakan akan menerbitkan obligasi dengan nilai sekitar Rp 750 miliar. Hal ini untuk mendukung ekspansi kredit, khususnya untuk memperkuat sektor konsumer, seperti produk Kredit Multi Guna ataupun KPR Griya Monas.

Adapun untuk program peningkatan DPK retail dilakukan melalui program-program pemasaran, dengan pelayanan sebagai garda depan dalam peningkatan dana tersebut. Selain itu adalah optimalisasi peran Bank DKI dalam mendukung program Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam peningkatan layanan yang terkait dengan pajak-pajak daerah dengan membuka gerai pajak di beberapa mal di Jakarta dan pelayanan Samsat Drive Thru di beberapa layanan samsat seperti Samsat Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Saat ini, juga sedang dipersiapkan kehadiran Bank DKI di 36 kecamatan dan seluruh kelurahan di Jakarta, sehingga Bank DKI akan semakin dekat dengan Pemprov DKI Jakarta maupun dengan warga Jakarta.

?Selain itu, untuk meningkatkan fee based income, telah dilakukan penambahan fitur ATM Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk berbagai pembayaran. Misalnya untuk pembayaran pulsa telpon dari berbagai operator (Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcom, Mobile 8, Esia, Three), pembayaan PLN, PAM, pajak kendaraan, zakat dan infak, taksi, mini market sampai dengan bioskop Blitz MegaPlex,? jelasnya.

Winny menambahkan, Bank DKI juga mempunyai produk baru berupa ?Debit Bank DKI? yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat, selain JakCard untuk pembayaran busway. Produk baru Bank DKI ini, merupakan bagian dari program Bank DKI untuk memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh nasabah serta stakeholder dalam melakukan transaksi maupun kegiatan jasa perbankan.

Bank DKI juga melakukan aktivasi program-program promosi produk melalui berbagai event untuk meraih nasabah retail sebanyak-banyaknya. Harapannya tentu saja dengan berbagai program promosi yang dilakukan dapat mengakuisisi nasabah retail lebih banyak, meningkatkan portofolio tabungan, memperbaiki komposisi DPK sehingga weigthed average cost of fund Bank DKI menjadi lebih kompetitif.

Winny optimis dalam menghadapi persaingan di dunia perbankan yang semakin kompetitif pada tahun 2010, selain performance kinerja Bank DKI terus meningkat serta kepercayaan pasar dengan adanya kenaikan rating peringkat PT Bank DKI untuk periode 30 Desember 2009 sampai dengan 1 januari 2011 dari idA- menjadi idA dengan outlook stabil dan penghargaan sebagai ?Perusahaan Terpercaya? oleh Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) pada 23 Desember 2009. Dalam waktu dekat, Bank DKI juga akan menerima penghargaan sebagai "1 st Best Overall Performance" untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2010 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank.(DM)
 
Baner