Hasbi : Nilai- nilai dan praktek Islam harus menjadi Fondasi dalam berbisnis
Rabu, 20 April 2011 15:42

LINTAS INDONESIA - Kesejahteraan dan kemakmuran bangsa salah satu indikatornya adalah berkembangnya dunia usaha yang didiseign oleh Negara hingga menciptakan pengusaha-pengusaha besar sebagai tulang punggung  ekonomi bangsa. Hal ini yang dilakukan oleh Negara maju seperti Amerika, Jepang dan Singapura dan diikuti oleh Negara berkembang lainnya

Minat jadi pengusaha harus ditumbuh kembangkan, sehingga ekonomi Indonesia dapat meningkat.” Untuk meningkatkan ekonomi bangsa dan Negara sejahtera, jumlah pengusaha harus 2 persen dari jumlah penduduk,” Ujar Mobil Handailing diKahmi centre saat memulai diskusi.

”Indonesia harus bekerja keras lagi sebab kisaran pengusahanya pada angka 0,18 persen,” ujar salah satu presidium kami ini menambahkan.

Semakin tinggi bisnis seseorang,semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diberikan
“Kepercayaan dan kejujuran itulah yang mahal dalam dunia usaha,karena itulah modal awal untuk membangun usaha,”ujar Hasbi direktur kecil menengah Kementerian perindustrian.

“Kita perlu banyak belajar dengan Jepang, tapi praktek- praktek islam ada disaa cuma aqidahnya aja yang beda,karena kiat yang dipakai sangat islami seperti menghargai waktu, Jujur dan semangat,sangat beda dengan Indonesia, rata-rata  orangnya mengatas namakan agama tapi banyak pembohong pasti banyak mudhoratnya ,”ujar Hasbi menjelaskan.

Dunia usaha tidak lepas barang dan dan jasa begitu juga industry sama saja ,Material-industri  seperti produk besar, menengah, kecil  manufaktur – mobil dan elektronik.

Berkarakter dan main set harus ditingkatkan ,untuk menciptakan nilai tambah

“Dunia wira usaha terus berkembang jadi harus ada yang diperbaiki seperti kebijakan-kebijakan, mutu pendidikan harus ditingkatkan,karena kedepannya pengusaha terdiri dari profesional dan hobi,” ujar Erwin Aksa ketua umum HIPMI

Membangun kejujuran harus, karena ada kepercayaan yang sangat tinggi karena hal itu membangun komunikasi dengan rekan bisnis dan bisa menciptakan persahabatan dan menjaga komunikasi itulah yang penting.ujar Erwin Aksa Mengakhiri pembicaraan.(alfian)

 
Baner