AEKI berencana mendorong perluasan lahan untuk meningkatkan produksi.
Jumat, 17 Juni 2011 15:40

LINTAS INDONESIA -Indonesia hingga kini tercatat sebagai produsen kopi ketiga terbesar dunia setelah Brasil dan Vietnam.

Indonesia  dikenal memiliki banyak jenis kopi berkualitas seperti kopi Toraja, kopi Aceh, kopi Mandailing, dan kopi Luwak. namun menurut prakiraan cuaca belum begitu bagus dan ada indikasi penurunan produksi di beberapa daerah karena faktor cuaca, " uja  Pranoto Soenarto Wakil Ketua Umum AEKI Bidang Spesial dan Industri Kopi
selain itu penurunan produksi kopi di beberapa daerah sentra produksi juga terjadi akibat jumlah tanaman tua makin banyak sementara kegiatan peremajaan dan intensifikasi masih terbatas.

Ketua Umum AEKI Suyanto Husein menjelaskan, sebenarnya pada awal tahun pihaknya mengestimasi produksi kopi tahun 2011 bisa sampai 700.000 ton namun kemudian merevisinya menjadi 600.000 ton pada pertengahan tahun.


Jadi Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) memperkirakan produksi kopi Indonesia tahun ini sekitar 600.000 ton, lebih rendah dari tahun lalu.

Berkenaan dengan hal  Pranoto Soenarto mengatakan AEKI berencana mendorong perluasan lahan untuk meningkatkan produksi.
"Kami akan menjalin kerja sama dengan kementerian terkait untuk menyediakan lahan yang lebih luas bagi petani supaya 10 tahun ke depan produksi bisa mencapai 900.000 ton sampai 1,2 juta ton," katanya.

Perluasan areal tanaman kopi, menurut dia, diperlukan untuk menghasilkan lebih banyak biji kopi dengan kualitas bagus.
"Intensifikasi dengan pupuk bisa meningkatkan kuantitas tapi kualitas belum tentu. Kami ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas dengan memperluas lahan dan menggunakan pupuk organik," katanya.

Namun dia tidak menyebutkan penambahan luas areal yang diperlukan untuk meningkatkan produksi kopi hingga 1,2 juta ton dalam sepuluh tahun.
Saat ini, menurut Suyanto, luas areal tanaman kopi di seluruh Indonesia 1,2 juta hektare dan lebih dari 90 persennya dikelola oleh petani.(ant/dona)

 
Baner