| 26 Mantan Anggota DPR Akan di Periksa KPK, Miranda dan Nunun Sedang di Incar |
| Jumat, 03 September 2010 05:45 |
LINTAS INDONESIA — Nunun Nurbaeti dan Miranda Swaray Goeltom dipastikan bakal diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski belum terjadwal, kedua perempuan itu diincar oleh KPK.“Logikanya sederhana, kalau ada yang menerima pasti ada yang memberi toh,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto ketika ditanya wartawan, Kamis, 2 September 2010. Pada waktunya nanti, KPK akan melakukan pemeriksaan kepada kedua orang penting tersebut. “Itu semua butuh proses.” Menurut Bibit, dengan penetapan 26 mantan anggota DPR periode 1999-2004 sebagai tersangka, menunjukkan KPK tidak berhenti mengusut kasus suap dalam proses pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tersebut. Nunun Nurbaeti diduga sebagai pihak yang berperan sebagai penyalur uang suap, sedangkan Miranda Goeltom diduga sebagai pemberi order. Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo meminta agar KPK tidak melupakan oknum pemberi suap. “Proses hukum memang akan bermuara sampai ke pihak pemberi. Tapi sejauh mana?” kata dia. Dia mempertanyakan jika pemeriksaan nantinya hanya sebatas sampai eksekutor lapangan, yakni orang yang berhubungan langsung dengan para mantan anggota DPR. “Saya harap sampai tuntas hingga level terakhir, sampai pemilik dana. Jangan cuma sampai level eksekutor saja,” kata dia. Adnan menjelaskan jika hanya sampai level eksekutor lapangan, targetnya cuma Nunun Nurbaeti Daradjatun. Majelis hakim yang mengadili empat mantan anggota DPR dalam kasus yang sama–Hamka Yandhu, Dudhie Makmun Murod, Udju Juhaeri, dan Endin AJ Soefihara– menyebutkan cek perjalanan yang diterima Hamka Yandhu cs berasal dari Nunun Nurbaeti Daradjatun, Komisaris PT Wahana Esa Sejati. “Nunun jelas-jelas disebutkan sebagai pemberi dan bertemu langsung dengan para anggota DPR ini,” kata Adnan. “Tapi, siapa pemilik dananya?” Saat ini, Nunun mengaku sedang sakit parah. Nunun mengklaim menderita sakit pelupa berat dan beberapa kali harus menjalani rawat jalan di Singapura. Nunun adalah istri dari mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Purn) Adang Daradjatun. Sedangkan, mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom juga masih beraktivitas seperti biasa. Saat dihubungi wartawan, Miranda enggan memberikan tanggapan. “Maaf, saya sedang rapat,” ujarnya di ujung telepon. Nasib 26 Anggota DPR Rencananya, menurut Bibit Riyanto, ke-26 orang mantan anggota DPR itu akan diperiksa KPK setelah Lebaran. “Ya nanti lihat saja, apa dan bagaimana penyidiknya,” katanya. Namun, Bibit belum tahu apakah mereka akan langsung ditahan atau tidak seusai diperiksa. Menurut dia, penahanan bisa saja dilakukan sesuai kebutuhan penyidik. Sejauh ini, KPK sudah menyampaikan permohonan cekal atas mereka kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, walaupun Dirjen Imigrasi mengaku belum menerimanya. “Mungkin masih dalam perjalanan,” kata Wakil Ketua KPK, M Jasin. Ke-26 anggota DPR yang menjadi tersangka itu masing-masing 10 orang dari Fraksi Golkar, 14 orang dari Fraksi PDI Perjuangan dan dua orang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Bagi fraksi PDIP, banyaknya anggota fraksi yang menjadi tersangka, membuat mereka harus menyiapkan langkah. Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, partainya bukan hanya akan menyiapkan tim pembela, melainkan juga akan mengirim perwakilan ke kantor KPK yang dipimpin Gayus Lumbuun dan Trimedya Panjaitan, Jumat hari ini. Namun Tjahjo — yang mengaku sedih atas penetapan tersangka itu — membantah jika fraksinya akan mengintervensi proses hukum atas 14 kader PDIP itu. Salah satu mantan anggota DPR dari Golkar yang namanya disebut, yakni Baharuddin Aritonang memilih menunggu di pengadilan. Aritonang malah heran mengapa KPK tidak mengusut si pemberi, melainkan hanya fokus pada penerima. “Tapi biarlah itu urusan KPK, kita lihat saja bagaimana akhirnya nanti,” kata Aritonang saat dikonfirmasi. Dia yakin tidak menerima dana suap tersebut. Sedangkan mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan yang berperan sebagai whistle blower (saksi pelapor), Agus Condro Prayitno merasa tenang-tenang meski dijadikan tersangka. “Saya kira itu wajar-wajar saja,” katanya. Agus malah memberi apresiasi pada KPK. “Cukup bagus KPK menetapkan 26 anggota DPR ini. Ini peringatan bagi anggota DPR,” kata dia. Meski jadi tersangka, Agus yakin dirinya tidak akan dibela mantan fraksinya. Namun Agus Condro berharap memperoleh keringanan sebagai saksi pelapor. “Kalaupun tidak, juga nggak papa,” kata Agus. Sekitar dua tahun lalu, Agus mengaku menerima cek perjalanan sebesar Rp 500 juta. Dia mengungkapkan cek serupa dibagi-bagikan ke sejumlah anggota Dewan yang memberi dukungan kepada Miranda Swaray Goeltom. Dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ada sekitar 400 cek yang mengalir usai Miranda terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Cek sebanyak itu disinyalir diterima 41 anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR. Temuan ini juga sudah di tangan KPK. KPK telah menjerat beberapa mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan hingga mereka akhirnya dipenjara. Mereka adalah Hamka Yandhu (3 tahun penjara), Antony Zeidra Abidin (5 tahun penjara), Endin AJ Soefihara (3 tahun 3 bulan penjara), Dudhie Makmoen Murod (2 tahun penjara), Udju Djuhaeri (2 tahun penjara). Sekarang, 26 mantan anggota DPR lainnya tengah menunggu babak pemeriksaan KPK berikutnya. Mereka adalah adalah: Golkar 1. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. Max Moein (MM) Rp500 juta 3. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. Panda Nababan (PN) Rp1,45 miliar 7. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9. Budiningsih (B) RP500 juta 10. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta.(Yat/VV) |
Berita Lainnya
Politik
| 02 April 2012 Nasib PKS dalam Koalisi di Tangan SBY LINTAS INDONESIA - Wakil Ketua DPR, Pramono Anung mengatakan, nasib Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam koalisi sepenuhnya ada di tangan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Sistem kita presidensial, artinya kewenangan sepenuhnya ada pada presiden. Apakah nanti PKS di dalam atau di luar bukan tergantung pada setgab. Setgab ini ada setelah pemilu presiden dan setelah presiden terpilih," katanya di gedung DPR, Jakarta, Senin (2/4). |
Kolom Opini
OP3 Tuntut Gaji dan Tunjangan Pensiunan Pertamina Disesuaikan Lintas Indonesia - Jakarta. ORGANISASI PERJUANGAN PENSIUNAN PERTAMINA (OP3) dalam menyikapi sosialisasi Manfaat Pensiunan (MP) oleh pimpinan PT. Pertamina (Persero) tersebut, sangat kecewa atas... |
Profil
Antara Tugas dan Suara... Slamet Meiludiono, ST. MSIKasie Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Cilincing, Jakarta utaraTernyata, menjalani tugas sebagai Kasie Pengawasan dan Penertiban Bangunan itu tidak semudah seperti yang dikatakan banyak orang. Banyak persoalan di... |
Hukum
| 28 Maret 2012 Hambalang Titipan Utama Anas LINTAS INDONESIA - Terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin menyebut, proyek pembangunan pusat pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat, merupakan titipan utama Anas Urbaningrum.Selaku ketua fraksi Partai Demokrat... |
Daerah
| 16 Mei 2012 Pembalakan Kayu Liar Secara ILegal LINTAS INDONESIA - Magelang .” Masyarakat Indonesia terkadang lalai, akibatnya akan merugikan orang di sekeliling kita. melihat secara jelas bahwa , di Kabupaten Gogik Girirejo Ngablak Magelang Jawa Tengah, terdapat ... |
Nasional
| 08 Mei 2012 Golkar akan Menang Pemilu Bila Capreskan Akbar... LINTAS INDONESIA-Jakarta-Ketua Lembaga Pengkajian Sumberdaya Manusia (Lepsudami) Bambang SP, menilai bila Partai Golkar mencalonkan Akbar Tandjung sebagai calon presiden, maka partai berlambang pohon beringin ini diprediksi akan memenangkan Pemilu 2014."Upaya ini... |
Internasional
| 16 Maret 2012 Uang Lembur TKI di Malaysia Sedang di... LINTAS INDONESIA - Menjelang pengiriman kembali tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia pada April mendatang, pemerintah... |
Sains dan Teknologi
| 27 Maret 2012 Jalan Utama Kecamatan Arjasa (Kangean )... LINTAS INDONESIA - Sejumlah warga Kecamatan Arjasa Kangean Sumenep, Madura, keluhkan jalan utama yang ada di kecamatan Arjasa rusak dan berlubang,Sehingga dapat menyebabkan kecelakaan terhadap pengendara yang melintasi jalan tersebut.Jalan yang rusak tersebut berada di depan kantor Camat Arjasa hingga ke pelabuhan Batuguluk. Jalan yang paling terparah di depan pasar laok jang - jang Berlubang serta berair bagaikan bak kolam ikan... |
Infotainment
| 16 Maret 2012 Rick Price bersama Band Kahitna menghiptonis... LINTAS INDONESIA- Makassar - Dalam perjalan konsernya, Hedi Yunus dengan performance penuh dipadu dengan gaya anak muda turun panggung dan mengendeng salah satu penonton wanita untuk naik di panggung dan bernyanyi bersama personel Kahitna. Suara histeris penonton yang didominasi wanita itupun mengena dalam ruangan."Apa kabar Makassar, malam ini malam cinta buat kalian semua," kata Carlo.Lagu pembuka band Kahitna pada sesi kedua... |
LINTAS INDONESIA — Nunun Nurbaeti dan Miranda Swaray Goeltom dipastikan bakal diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski belum terjadwal, kedua perempuan itu diincar oleh KPK.
Lintas Indonesia - Jakarta. ORGANISASI PERJUANGAN PENSIUNAN PERTAMINA (OP3) dalam menyikapi sosialisasi Manfaat Pensiunan (MP) oleh pimpinan PT. Pertamina (Persero) tersebut, sangat kecewa atas...
Slamet Meiludiono, ST. MSIKasie Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Cilincing, Jakarta utaraTernyata, menjalani tugas sebagai Kasie Pengawasan dan Penertiban Bangunan itu tidak semudah seperti yang dikatakan banyak orang. Banyak persoalan di...





