Hukum
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum yang adil sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.
Selasa, 20 Desember 2011 08:38
LINTAS INDONESIA- Jakarta -  pemohon yakni Ugan Gandar, Eko Wahyu, Rommel Anonius, dan Ginting dengan kuasa pemohon, Ecoline Situmorang, meminta tafsir konstitusional atas pasal itu karena selama ini penerapannya menimbulkan ketidakpastian hukum yang bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1), (2) UUD 1945. Dalam arti, Pasal 155 ayat (2) UU Ketenagakerjaan konstitusional dengan Pasal 28D (1), (2) UUD 1945 sepanjang frasa "belum ditetapkan", ditafsirkan sampai putusan PHI mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

Frasa "belum ditentukan" dalam Pasal 155 ayat (2) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dinilai bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai belum berkekuatan hukum tetap.

untuk itu Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan pengujian Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 155 ayat (2 ) yang diajukan oleh pemohon

"Dengan ini mahkamah mengabulkan permohonan pemohon," kata Ketua Hakim Konstitusi Mahfud MD saat membaca putusan di Gedung MK, Jakarta.
Selanjutnya...
 
TNI AL Menggelar Latihan Perang Laut
Selasa, 01 November 2011 22:24
Lintas Indonesia - Jakarta. TNI AL menyelenggarakan latihan perang laut secara besar-besaran yaitu Armada Jaya XXX/2001di kawasan perairan timur, mulai dari laut Jawa dan diakhiri dengan melakukan operasi amfibi berupa pendaratan pasukan pendarat Marinir di Sangatta. Seluruh kesenjataan TNI AL  yang tergabung dalam SSAT adalah kapal perang, pesawat udara, marinir. 
Selanjutnya...
 
Diduga Rekayasa Penerimaan PNS, Dua Pejabat Kota Pagaralam akan Segera Diperiksa
Senin, 31 Oktober 2011 05:23
Lintas Indonesia - Kepolisian Resor Kota Pagaralam, Sumatra Selatan akan memeriksa dua pejabat pemerintah kota setempat, terkait dugaan rekayasa penerimaan PNS daerah tersebut. Dua pejabat yang akan diperiksa adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, Sukaimi serta Sekretaris Daerah Kota Pagaralam A Fachri.
Selanjutnya...
 
Mal Praktek yang terlupakan kini diadukan ke LSM
Rabu, 28 September 2011 15:51

Lintasindonesia-Perkara mal Praktek yang sudah lama tidak diselesaikan oleh penegak hukum kini diadukan kepada Lembaga swadaya masyarakat Jaringan Pemantau Badan Usaha Indonesia (JPBU-I) yang beralamat di Jalan raya Bekasi KM 18 Cakung jakarta Timur. Ketua LSM Jaringan Pemantau Badan Usaha Indonesia Mat Adi saat ditemui di kantornya mengatakan “ Betul, kami mendapatkan surat permohonan dari Ide Syamsudin soal perkara mal praktek yang dialami Anaknya “

“mungkin Ide Syamsudin sudah tidak percaya dengan lembaga pemerintah akhirnya perkara ini diadukan kepada kami, sebenarnya perkara ini sudah lama, dari tahun 2008, sampai sekarang belum ada penyelesaian” Tambahnya.

Kejadian ini berawal saat anaknya yang bernama Ellyna Fitri sakit perut kemudian dibawa berobat ke RM Sakit Ibnu Air Molek kabupaten Indragiri hulu. Dari keterangan Dokter yang piket mengatakan Ellyna Fitri gejala typus.
Setelah itu Ellyna dibawa ke RS Umum Daerah Indra Sari Pematang Reba, Rengat Indragiri Hulu dan diperiksa oleh Dokter yang bernama Dr.Irwanto Bahar.

Dari keterangan Irwanto Bahar mejelaskan Sakit Ellyna Fitri adalah Usus buntu sehingga harus segera di Operasi.
Mat Adi menjelaskan berdasarkan surat Ide Bahwa “Operasi yang dilakukan Dr. Irwanto bahar dengan memotong Usus sepanjang 7 Cm dan dampak dari Operasi tersebut terjadi Infeksi sepanjang 22 Cm sehingga Ellyna dibawa ke RS Awal Bross untuk dilakukan Operasi lagi, karena benang pada jahitan Usus Kolostomi mengalami masalah maka Operasi ke tiga pun dilakukan dengan memotong Usus 6 Cm”  

Di lain kesempatan kami berhasil bertemu Ide Syamsudin, dia juga mengatakan “Operasi anak saya Tanpa minta persetujuan dari kami baik secara tertulis maupun secara Lisan, kami sungguh kecewa dengan sikap Dr. Irwanto bahar dan juga tidak memberikan hasil Diagnosa Penyakit anak saya, semua ditutup-tutupi.  karena sudah lama persoalan ini tidak terselesaikan saya minta bantuan kepada LSM Jaringan Pemantau badan Usaha Indonesia agar membantu kami dalam mencari keadilan dinegeriku tercinta” Tutupnya. (Lindo)

 
Leman Story VS Freeport : Berjuang Melawan Kedzaliman
Jumat, 16 September 2011 17:46
LINTAS iNDONESIA - jakarta. Niat untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang kepala
rumahtangga demi menghidupi keluarga akhirnya kandas ditengah jalan.
Leman Story adalah sosok kepala rumahtangga yang bertanggung jawab dan telah di terima
bekerja sebagai karyawan di PT Freeport. Karena dua hari tidak masuk kerja akibat sakit telah mengakibatkan terputusnya hubungan kerja untuk selama-lamanya.
Selanjutnya...
 
Burhanudin Abdullah : Anggota yang ditunjuk agar tidak terjadi KKN
Kamis, 15 September 2011 16:35
LINTAS INDONESIA - Jakarta - Burhanudin Abdullah Ketua Umum laki (laskar anti korupsi Indonesia, pada hari Senin 12 September 2011 dihotel Sentral Matraman saat membuka Rapat Pimpinan Nasional, dalam kesempatan itu wartawan Lintas Indonesia menanyakan beberapa hal:

LAKI berdiri sebagai mitra KPK mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi, aparat yang selama ini menangani kasus korupsi tidak mungkin bekerja sendiri tanpa ada dukungan pihak lain.  substansi kehadiran peran serta masyarakat jelas harus ada. Untuk itulah kita harapkan masyarakat akan dilibatkan dan diberdayakan untuk mensukseskan program pemerintah, khususnya korupsi yang telah akut di negara ini.
Selanjutnya...
 
Patrialis Akbar : Tim 20 bentukan Kemenkum-Ham akan dikirim ke Arab Saudi.
Jumat, 01 Juli 2011 13:02


LINTAS INDONESIA - Kasus Ruyati dan Darsem menjadi isu terhangat saat ini, hal ini direspon oleh masyarakat agar pemerintah lebih tanggap  dan cepat dalam menyelesaikan sesuatu hal yang terjadi  pada TKI kita dinegara lain, bagaimana pun hal itu merupakan warga kita yang mengadu nasib dinegara lain, diplomasi dan lobi-lobi harus lebih dikedepankan karena belum tentu juga mereka bersalah disana

Karena hal ini sering terjadi membuat  pemerintah harus bergerak cepat untuk dapat membantu para pahlawan Devisa itu agar tidak dipermainkan dinegara dimana dia ditempatkan, perlu perlindungan dari Negara kita.

”Kemenkumham akan membentuk tim 20 dikirim ke arab Saudi untuk mempelajari hukum, budaya , ekonomi dan peradaban disana,"Ujar Patrialis Akbar Menteri Hukum dan Ham saat memberi sambutan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan MUI dengan judul Hukum qishas dan nasib tenaga kerja kita diluar Negeri dihotel Sahid Jakarta.

Karena berbeda budaya  dengan kita  bisa menjadi masalah disana.

Selanjutnya...
 
Wirdyaningsih : Adanya Penegak Hukum memperkuat Stabilitas dan Kondusivitas di Daerah
Selasa, 21 Juni 2011 23:40

Lintas Indonesia - Jakarta. -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar Rapat Kerja Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Raker Sentra Gakkumdu) antara Bawaslu dengan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dan Kejaksaan Agung, Di Hotel Borobudur, Jakarta. Senin (20/06) sampai dengan Rabu (22/06).

Raker bertujuan untuk membuat persamaan perspektif antar instansi dalam penanganan pelanggaran Pemilu Kepala Daerah (Pemilu Kada) dan memperkuat koordinasi antara Bawaslu dan jajarannya dengan Kepolisian, Kejaksaan serta instansi lain yang terkait.

Dalam catatan penanganan pelanggaran dan penyelesaian tindak pidana pemilu antara pengawas pemilu, KPU di daerah dan instansi penegak hukum, ditemukan kenyataan bahwa sebagian besar praktek di daerah masih belum terjalin koordinasi dan sinergi yang memadai di antara pengawas pemilu, KPU di daerah dan instansi penegak hukum.

Selanjutnya...
 
Kapolri: Peredaran Narkoba yang terjadi saat ini, dapat merusak masa depan Generas Muda
Jumat, 17 Juni 2011 02:41
LINTAS INDONESIA- MEDAN - Kapolri Jend Polisi Timur Pradopo  mengatakan, bahaya terhadap terorisme itu juga perlu diantisipasi TNI-Polri karena mereka melakukan berbagai teror atau ancaman bom dimana-mana, sehingga meresahkan masyarakat.

Kegiatan yang menakutkan ini jelas tidak bisa dibiarkan dan harus diberantas. Begitu juga dengan peredaran narkoba yang terjadi saat ini, yang dapat merusak masa depan generasi muda tersebut.

"Disini lah sebenarnya peranan TNI-Polri untuk memberantas terorisme dan narkoba," kata Pradopo.

"Sinergi itu dilakukan tidak lain agar tujuan teror di masyarakat tercapai dan dapat mengedarkan narkoba untuk menghancurkan moral para pelajar dan generasi muda harapan bangsa," katanya dalam pengarahannya kepada perwira TNI dan Polri di Markas Polda Sumut, Medan, Kamis.

Pengarahan itu juga dihadiri Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam, Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti dan para perwira.
Selanjutnya...
 
Nur. S Azhari : Layanan Internet Speedy merugikan Masyarakat.
Rabu, 11 Mei 2011 14:52

JAKPUS-LINTASINDO.COM. Sebagai salah satu perusahaan milik Negara dan menjadi salah satu pelayan publik dalam teknologi komunikasi yang sangat penting di masyarakat, PT. Telkom telah membuat trobosan-trobosan, salah satunya adalah jasa Layanan Internet Speedy. Dalam perkembanngannya ternyata layanan internet ini oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Jakarta Development Watch(JADEWA) dirasa sangat merugikan Masyarakat. Dari hasil pantauan LSM ini terungkap, bahwa para konsumen jika setiap kali telat dalam pembayaran dikenakan denda sebesar Rp.10.000,- namun sayangnya dana yang dipungut dari konsumen ini tidak jelas penggunaanya kemana dan untuk apa.

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan ini JADEWA melakukan aksi damai yang dilakukan pada hari selasa 10 Mei 2011 yang lalu aksi ini digelar di depan kantor pusat PT. TELKOM Jl. Gatot Soebroto Jakarta. Dalam Aksinya JADEWA menuntut agar Presiden dan aparat terkait mengevaluasi dan menginvestigasi sejumlah kasus yang terindikasi adanya Korupsi, salah satunya adalah proyek renovasi gedung PT. Telkom senilai Rp.35 Milyar menjadi Rp.45 milyar.  

 

Sementara itu menurut Nur S. Azhari sebagai Koordinator aksi damai tersebut mengatakan “Sebelumnya, PT. Telkom sebagai perusahaan yang mempunyai orientasi keuntungan yang lebih baik tetapi dibawah kepemimpinan Rinaldy Firmansyah semuanya menjadi lebih buruk. Oleh karena itu lebih lanjut Nur S. Azhari beranggapan bahwa Rinaldy Firmansyah selaku Dirktur utama PT. Telkom harus mundur atau berhentikan karena selama kepemimpinan Rinaldy Firmansyah Negara telah dirugikan lebih dari 1 Trilyun rupiah”. demikain tuturnya. (Lindo)  

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 15
Baner