| Ahmad Yani : Pemerintah harus verifikasi, baik data dan sumber datang |
| Senin, 14 Maret 2011 16:28 |
LINTAS INDONESIA - Menurut Wikileaks edisi khusus Koran Australia Age, mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara pribadi telah campur tangan untuk mempengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup untuk menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelejen negara demi memata-matai saingan politik dan setidaknya seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.Hal ini menjadi pro kontra ditengah masyarakat dan menjadi santapan kuli tinta, karena berita yang disampaikan koran Australia age sangat bertentangan dengan sikap politik SBY selama ini. Setidaknya para wakil rakyat disenayanpun berkomentar untuk hal ini, memberikan pernyataan hati-hati dan berimbang karena sudah menyangkut internal Indonesia itu sendiri dan kebenaran data yang disampaikan. "Apa yang diberitakan Wiki leaks adalah masalah biasa," Ujar Ahmad Yani komisi III Anggota DPR RI "Pemerintah juga jangan sampai terlalu membesar-besarkan, harus ada respon, yang pertama pemerintah harus verifikasi, baik data/ sumbernya datang dari mana harus dicari," ujar politisi PPP ini menambahkan. "Tenang dan santai aja, dan jangan panik bila hal itu tidak benar,karena apa yang diberitakan Wikileaks biasanya kan udah ada rumor yang selama ini berkembang ditengah masyarakat, dan hal itu selalu mengkait-kaitkan dengan kasus lainnya, seperti century kasus pajak dan lainnya," ujar Ahmad Yani menutup pembicaraan karena akan mengikuti rapat lainnya di DPR RI .(lindo) |
LINTAS INDONESIA - Menurut Wikileaks edisi khusus Koran Australia Age, mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara pribadi telah campur tangan untuk mempengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup untuk menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelejen negara demi memata-matai saingan politik dan setidaknya seorang menteri senior dalam pemerintahannya sendiri.




