Sutradara Cowboys in Paradise Diburu Tim polri Bali, Untuk di Periksa
Jumat, 30 April 2010 05:33

LINTAS INDONESIA - Polda Bali membentuk tim khusus untuk mengusut kasus film gigolo berjudul Cowboys in Paradise. Tim cyber crime dibentuk sebagai salah satu corong ampuh untuk memburu sang sutradara Amit Virani asal Singapura yang dituding merusak pariwisata di Bali.


Dibentuknya tim cyber crime dijelaskan juru bicara Polda Bali Kombes Gde Sugianyar. Dia mengatakan, tim cyber crime sudah diterjunkan. Seiring pembentukan ini, pihak cyber crime masih menunggu hasil pemeriksaan pemeran dalam tayangan itu.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui unsur pidana yang disangkakan terhadap para pelaku. “Tim cyber crime masih mencari bukti-bukti pendukung mengingat tayangan ini beredar luas di internet melalui situs Youtube,” jelas Kombes Sugianyar.

Pihak Kepolisian Polda Bali belum bisa menjelaskan kapan memeriksa Amit Virani. Kepolisian masih memfokuskan pemeriksaan terhadap tiga saksi anak pantai yang diperiksa. “Pemeriksaan belum kami lakukan terhadap sutradara. Kami masih memeriksa saksi dan pengumpulan alat bukti,” terangnya.

 

Kombes Sugianyar mengatakan, dalam tayangan film yang dibuat tahun 2007, ketiga anak lokal merasa ditipu karena awalnya sang sutradara (Amit Virani, Red) mengaku hanya untuk koleksi pribadi. “Para turis di sana cenderung membawa alat seperti kamera dan handycam. Saya harap, kalau ada turis yang ingin wawancara sebaiknya ditanya dulu kepentingannya,” pintanya.

Tiga anak pantai yang menjalani pemeriksaan di Dit Reskrim Polda Bali sejak Rabu (29/4) terkait merebaknya film dokumen gigolo bertajuk Cowboys in Paradise di internet Youtube masih sebatas dijadikan saksi. Tiga anak pantai yang bekerja sebagai instruktur surfing dan penyewa papan surfing itu, yakni Rosnan Evendic alias Vendic, 29, asal Lumajang, Sugiarto alias Argo, 29, asal Banyuwangi, dan Suwarno alias Arnold, 29, asal Banyuwangi. (MI/yat))

 
Baner