AA Gatot, sosok yang pantas utuk menduduki kursi Ketua Umum Parfi
Sabtu, 19 Maret 2011 07:01
LINTAS INDONESIA - Saat ini kursi Ketua Umum Persatuan Artis Fim Indonesia (Parfi) sedang kosong. Memang, masa jabatan Ketum Parfi Jenny Rahman sudah habis pada November 2010. Dan Jenny Rahmanpun tidak bersedia dicalonkan lagi.

    Jenny Rachman resmi mundur dari jabatan ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Hingga saat ini kursi ketua Parfi 2011 belum terisi. Kabarnya Gatot Brajamusti atau lebih dikenal Aa Gatot bakal menggantikan posisi Jenny.

    Aa Gatot saat ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan,  mengaku, 80 persen orang-orang yang berada di Parfi telah mendukungnya untuk menjadi ketua.

    Bukan hanya itu, Jenny pun telah memintanya agar bersedia mengisi posisi tersebut. "Saya juga sudah diminta sama mbak Jenny untuk menggantikan posisinya," aku guru spiritual Elma Theana dan Reza Artamevia itu.

    Adalah Gatot Brajamusti atau yang lebih dikenal dengan Aa Gatot, yang diberi amanah menjadi ketua panitia pelaksana untuk melaksanakan kongres. Apalagi beliaupun digadang-gadang menjadi Ketum Parfi selanjutnya. Guru spiritual dari beberapa artis, pengusaha, politikus hingga pejabat inipun merasa tersanjung.



    Menurut AA pertama kali di tawari untuk memimpin ketua Parfi, saya hanya mengira ini merupakan lelucon saja atau main main saja , tapi setelah saya menyakan secara langsung kepada Jenny ternyata Jenny membenarkan pernyataan itu selain itu juga berliau mendukung saya untuk menjadi Ketua Umum Parfi. Jelas AA Gatot.
    Saat di Tanya alasan mau di calonkan menjadi ketua Parfi AA berujar bahwa ini merupakan panggilan jiwa dan kalau terpilih ini adalah amanah , memang dari kecil sudah cinta dengan seni dan ingin membangun bangsa ini melalui media seni yaitu film, tambah AA.

    Dimana program program yang akan saya jalankan adalah meneruskan program yang sudah disusun oleh pengurus sebelumnya dan menambahkan dengan program yang baru , misalkan lomba penulisan scenario dimana pemenangnya akan di berikan kesempatan untuk membuat film dengan biaya darim Parfi, membuat sekolah acting , dan banyak lagi yang kesemuanya itu untuk memajukan film Indonesia.

    Ujian pertama yang harus di hadapi adalah saat AA Gatot diberi kepercayaan menjadi Ketua pelaksana untuk mengadakan kongres Parfi ,yang mana tanggung jawab besar di pundak ketua pelaksana sukses atau tidaknya kongres itu berjalan ada di kepemimpinannya sebagai ketua pelaksana kongres, dimana berbagai permasalahan akan datang menghampiri baik masalah internal di anggota Parfi sendiri serta pendanaan Kongres yang pasti akan menghabiskan anggaran yang cukup besar ,apakah semua persoalan ini dapat diatasi oleh ketua pelaksana dan para panitia yang lain ,kalau ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar maka tak salah kalau AA Gatot sangat tepat untuk memimpin Parfi

    '"Ini suata kehormatan bagi saya, dan artinya saya dapat berbaur lagi dengan seniman film, yang memang dunia ini pernah digeluti pada era 80-an," ujarnya kepada wartawan di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan .

    "Benar, saya sekarang sedang menyiapkan mini album religi bersama Opick, namun walaupun religi, isinya dapat terima oleh banyak kalangan maupun agama," katanya singkat mengenai keterlibatannya di album Opick tersebut.

    Saat disinggung mengenai persiapan kongres Parfi, dia berharap dukungan dari teman-teman artis agar kongres dapat berjalan dengan baik, mendapat ketua umum yang dapat mengayomi artis muda yang sedang produktif dan khususnya menjembatani ke pemerintah agar artis senior mendapat penghargaan yang layak, sebab bukan rahasia lagi apabila artis pada usia tua cenderung mengalami kesulitan antara lain karena tidak memiliki jaminan hari tua, untuk itu diharapkan perlu adanya bantuan dari pemerintah.

    " Ya, di Indonesia dilemanya seperti ini, seorang artis usia muda dan sedang populer dielu-elukan tetapi ketika mereka memasuki usia tua mereka cenderung dilupakan masyarakat termasuk dari pelaku bisnis," jelasnya.

    Kembali dia memaparkan, yang terpenting bagaimana seorang figur calon ketum itu, tidak saja hanya paham dunia perfilman, namun dia juga harus paham wawasan dan jaringan bagaimana membawa organisasi Parfi menjadi lebih baik lagi untuk kemajuan perfilman Indonesia serta meningkatkan peghargaan karya anak bangsa.

    "Salah satunya ya tadi, memberi penghargaan bagi artis tua dan 'artis pensiun', sebab selama ini mereka telah menjadi agen promosi bangsa ke luar negeri dalam mempromosikan seni dan budaya kita," tutup AaGatot (dodi)

 
Baner