|
Persebaya Ancam Pecat Danurwindo |
|
Jumat, 19 Februari 2010 08:59 |
|
LINTAS INDONESIA-Takluk dari Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, Rabu (17/2/2010), kemarin dengan skor telak 3-1 membuat pihak manajemen Persebaya Surabaya kian geram. Bahkan, jika Persebaya tetap kalah pada pertandingan selanjutnya melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Minggu (21/02/2010) mendatang, manajemen akan memecat pelatih Danurwindo. “Manajemen tim tidak ingin melihat Perebaya gagal lagi saat menghadapi Arema Malang. Kalau kalah lagi, Danurwindo harus bertanggungjawab,” ujar Manager Persebaya Surabaya Saleh Ismail Mukadar, Jumat (19/2/2010).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasinya sementara ini, kegagalan Persebaya dipengaruhi banyak faktor. Saleh sebenarnya tidak sepenuhnya menyalahkan pelatih atau pemain yang selama ini juga ikut berjuang untuk Persebaya. Tapi kata dia, faktor yang juga berpengaruh pada prestasi Persebaya karena iklim pertandingan yang dianggap kurang bagus. |
|
Selanjutnya...
|
|
Setuju RUU Nikah Siri, Dewi Gita Minta Nikah Gratis |
|
Kamis, 18 Februari 2010 05:32 |
|
LINTAS INDONESIA-Penyanyi cantik Dewi Gita mengaku setuju dengan Rancangan Undang-Undang Nikah Siri. Akan tetapi, dia mengusulkan agar pernikahan digratiskan dan tidak perlu bayar.
“Yang dipikirkan juga adalah orang-orang miskin, mereka dimudahkan pernikahannya, KUA kan harus bayar. Ya digratiskan lah. Untuk bisa dapat bukti dan buku nikah itu harus dipikirkan, jadi gratis lah atau bayar bukunya saja Rp15 ribu,” jelasnya saat ditemui di Jalan Kemang Dalam 8, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2010). Istri vokalis Gigi Armand Maulana ini menyadari, nikah siri ada untuk menghindari perzinahan. “Cukup ada Ustaz. Tapi yang dipikirkan 10 sampai 20 tahun lagi, kehidupan anak-anaknya. Harus ada hukumnya, jangan dipikir kesenangan saja,” katanya. Sinden dalam acara Opera Van Java ini mengaku pernah memiliki teman yang menikah secara siri. “Pernah ada pengalaman teman saya. Dia nikah siri dan diceraikan dengan cukup SMS saja, saya kasihan sama dia. Teman dekat saya, dia juga bodoh. Melohat kasus itu, buat apa nikah siri,” paparnya. Menurutnya nikah siri hanya akan merugikan kaum perempuan, karenanya dia sangat mendukung sekali RUU Nikah Siri. |
|
Selanjutnya...
|
|
Anang Hermansyah : Sayang saya sama Yanti tidak selamanya |
|
Sabtu, 13 Februari 2010 09:37 |
LINTAS INDONESIA - Mantan suami Krisdayanti Anang Hermansyah mengemas kisah cintanya dalam konser satu jam di Kafe Ballezza, Makassar.
Pertunjukkan yang dikemas dengan nuansa hari kasih sayang dan penuh dengan warna merah muda,Anang membuka penampilannya dengan dua tembang sekaligus, "Sakit" dari album terbarunya dan "Ini Jalanku" lagu andalannya saat masih bersama grup musik "Kidnap".
Acara tersebut terus berlanjut dengan tembang-tembang karya Anang yang dikenal masyarakat ketika dinyanyikan bersama Krisdayanti.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Titi DJ Berburu Album ke Tukang Loak |
|
Jumat, 12 Februari 2010 06:59 |
LINTAS INDONESIA-Di album terbarunya yang bertajuk 'Titi To Diana', Titi DJ harus menyanyikan lagu-lagu lawas milik Diana Nasution. Titi mengaku kesulitan mencari lagu-lagu milik penyanyi senior itu. Dia pun harus berburu ke tukang loak.
"Wah, saya sempat kesusahan, berburu ke tukang loak, cari lewat internet, akhirnya terkumpul kurang lebih sepuluh kaset Kak Diana," kata Titi saat ditemui di Kantor Trinity di Hayam Wuruk, Jakarta, Kamis 11 Februari 2010.
Usaha keras Titi tak sia-sia. Lagu-lagu milik ibunda Ello itu berhasil dibawakan Titi dengan baik tanpa harus mengubah suaranya yang khas.Titi mengaku puas dengan album barunya tersebut. Istri dari Ovy 'Rif' ini awalnya memang sempat diragukan dapat membawakan lagu-lagu itu karena adanya perbedaan yang mencolok antara karakter suaranya dengan Diana Nasution.
"Suara Kak Diana aslinya 2 nada di atas saya, jadi semua nada aslinya diturunkan. Saya kan menyanyi dengan style saya. Sempat terngiang-ngiang tingginya suara Kak Diana. Nggak mungkin juga suara saya yang mesosopran menjerit sesuai aslinya," tandasnya.(Bim/VV) |
|
Rossa Akan Gelar Konser Rp10 M |
|
Rabu, 10 Februari 2010 04:52 |
LINTAS INDONESIA-—Rossa sedang mempersiapkan konser tunggalnya di tahun 2010. kabarnya konser yang akan digelar pada 29 Mei bernilai Rp10 miliar. Benarkah?
“Amin, dan kalau seperti itu, saya bisa libur dua bulan. Saya akan menabung dari hasil kerja,” papar Rossa ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, saat merayakan hari ulang tahun Ivony La Krisna yang ke-71, Selasa (9/2/2010).
Jika benar konser Rp10 miliar, Rossa juga tidak akan tanggung-tanggung. Dia akan menggandeng Yovie Widianto dan Jay Subiakto. “Tidak sebesar itu, yang pasti di bawah itu sedikit,” ujarnya berteka-teki.
Sebelumnya, Rossa pernah menggelar konser di akhir tahun 2008 di JHCC, Jakarta, lalu di awal 2009 juga menggelar konser di Bandung dan Surabaya.
Selain menggelar konser, Rossa juga secara perlahan akan memuali debut go internasionalnya. Meski belum disebutkan di negara mana, namun pelantun Tega ini berjanji akan mempergunakan yang terbaik.
“Rencananya akan ada kolaborasi dengan penyanyi di sana dan siapa saja, saya belum bisa bicara, karena masih dalam proses penggodokan,” urai Rossa.
Ibu satu anak ini juga sedang menunggu waktu dan momen yang pas. Namun persiapan terus dijalankan apalagi direncanakan dia akan manggung selama dua jam.
“Kerjaan jadi lebih keras, promosi juga. Alhamdullilah dukungan dari media sana sudah memberikan sponsor,” ungkap Rossa.
Ada penyanyi Indonesia yang akan diajak Rossa untuk konser di luar negeri. “Saya juga bawa penyanyi dari indonesia akan nyanyi di sana. Mungkin mereka (KD dan Yuni) sudah saya tanyakan. Kalau mereka bisa ikut,” ujarnya.(Ok/Tam)
|
|
4 Wanita Tanpa Penutup Dada Protes Pilpres di Ukraina |
|
Senin, 08 Februari 2010 05:00 |
LINTAS INDONESIA- Empat perempuan muda yang tidak mengenakan busana dari pinggang ke atas menyerobot masuk ke tempat pemungutan suara di kota Kiev Ukraina tepat sebelum seorang calon dalam pemilihan presiden Ukraina memberikan suaranya, Minggu (7/2).
Keempat perempuan yang merupakan anggota kelompok kecil feminis yang disebut Femen itu melakukan aksinya sebagai bentuk protes akan hancurnya demokrasi di Ukraina. Keempatnya langung digiring ke luar tempat pemungutan suara oleh penjaga keamanan sebelum salah satu calon Presdien Viktor Yanikovich muncul untuk memberi suara.
“Cukup sudah kalian memperkosa demokrasi kami!” demikian teriakan pemrotes itu, yang memegang tanda yang berisi slogan seperti “Tolong! Perkosaan!” dan hanya memakai celana jeans dan secarik pita untuk menutup payudara mereka.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Wanna Music Production Launching Album Perdana Grup Music Liontin |
|
Jumat, 05 Februari 2010 09:16 |
|
LINTAS INDONESIA-Dalam acara bersama group band liontin digedung Wanna B, nama Liontin diambil dari filosofi singa (lion). Singa banyak memiliki nilai-nilai kesempurnaan, dan memiliki banyak nilai positif, seperti kelembutan, penyayang terutama pada anak-anaknya.
Group tersebut mengaku tidak rakus, di saat dia sudah kenyang, dia tak akan marah jika ada binatang lain mengambil makanannya. sejarah Kata 'Lion' Seekor singa dengan perhiasan, seputar wajahnya akan membuat singa tersebut memiliki keistimewaan serta kharismatik tinggi dibandingkan binatang lainnya. |
|
Selanjutnya...
|
|
Vonis Mati Williardi, JPU Dinilai Tebang Pilih Dan Tidak Adil |
|
Kamis, 04 Februari 2010 04:30 |
LINTAS INDONESIA-Kuasa hukum Williardi Wizar menyatakan jaksa penuntut umum (JPU) tebang pilih dengan memvonis kliennya dengan hukuman mati terkait kematian bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
“JPU teralalu tebang pilih dalam menjatuhkan hukuman bagi terdakwa (Williardi). Lihat saja kasus Munir, tersangka Muchdi PR divonis 15 tahun, sementara WW seumur hidup,” ungkap kuasa hukum Williardi, Apolos Djara Bonga saat membacakan duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2010). “Di mana hati nurani JPU,” tandas Apolos. Muchdi PR dituntut hukuman 15 tahun penjara terkait pembunuhan aktivis HAM, Munir.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Massa FPI Kepung MK, Untuk Mengamankan sidang, puluhan polisi berjaga-jaga di dalam dan luar gedung MK. |
|
Kamis, 04 Februari 2010 04:26 |
LINTAS INDONESIA- Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang uji materiil Undang-Undang (UU) PNPS tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan Penodaan Agama. Ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI) mulai menyemut di halaman gedung MK.
Mereka akan melakukan aksi demonstrasi untuk menolak uji materiil itu. “Nanti ada lagi massa dari Forum Umat Islam (FUI) sekitar 500 orang,” kata salah satu pendemo, Umar, Kamis 4 Februari 2010.
Dia mengatakan massa tersebut akan mendukung Pemerintah untuk mempertahankan keberadaan UU ini.
Adapun agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan dari Pemerintah. DPR, dan pihak terkait.
Pemerintah diwakili oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Sedangkan DPR akan diwaliki Hairuman Harahap, Adang Daradjatun, dan Ruhut Sitompul.
Sementara pihak terkaitnya adalah Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Muhammadiyah.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ribuan Pengunjuk Rasa Blokir Jalan di Depan Gedung DPR |
|
Kamis, 28 Januari 2010 06:10 |
LINTAS INDONESIA — Ribuan pengunjuk rasa telah memblokir jalan di depan Gedung DPR/DPD/MPR sehingga kendaraan yang akan menuju ke Slipi, Jakarta Barat, dibelokkan melalui Jalan Gerbang Pemuda Senayan.
Berdasarkan pantauan, Kamis (28/1/2010), para pengunjuk rasa yang kebanyakan dari massa buruh ini memenuhi seluruh jalan di depan Gedung DPR/DPD/MPR.
Massa yang berasal dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Federasi Serikat Metal Indonesia (FSMI), Dewan Tani Indonesia serta beberapa organisasi massa lainnya menuntut pemerintah agar upah minimum regional (UMR) ditingkatkan, membentuk lembaga penjamin pesangon pekerja buruh.
Mereka juga menuntut untuk menurunkan harga-harga pokok, menghapus sistem outsourcing, meminta dana biaya operasional sekolah (BOS) hingga bangku kuliah, dan menghapus perjanjian ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA).
Selain itu, para pengunjuk rasa juga mengkritik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono terkait Kasus Bank Century.
Jalannya demontrasi masih terkendali dan polisi berjaga di depan Gedung DPR di balik pagar kawat berduri yang dipasang sepanjang gedung perwakilan rakyat tersebut.
Dalam mengamankan unjuk rasa di depan Gedung DPR ini, polisi juga menyiapkan mobil water canon untuk mengantipasi jika terjadi hal yang tidak dinginkan.(Kps/Tammo) |
|