Puluhan Orang Ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia,Dalam Pertikaian di Malaysia
Kamis, 07 Mei 2009 06:38
LINTAS INDONESIA-  Polisi Malaysia, Kamis (7/5), menahan puluhan pemrotes termasuk beberapa anggota parlemen di luar gedung parlemen di negara bagian utara, tempat pemerintah dan oposisi bertikai memperebutkan kekuasaan pengawasan. Ratusan polisi dan pasukan anti huru-hara dikerahkan ke parlemen negara bagian Perak, yang ditutup dengan barikade untuk mencegah para pemrotes berpakaian hitam yang berusaha mencapai gedung. Tempat itu menjadi kawasan perang, ini suatu aib nasional dan internasional," kata tokoh oposisi terkemuka Lim Kit Siang yang ditolak kehadirannya oleh polisi antihuru-hara. Hal ini sangat memalukan dan sangat disesalkan, karena bahkan kami secara resmi diundang oleh ketua parlemen, namun kami ditolak masuk," katanya kepada wartawan. Perak mengalami kevakuman politik sejak Februari, ketika koalisi Barisan Nasional yang memerintah secara nasional berusaha menyingkirkan aliansi oposisi Pakatan Rakyat, yang menang pemilu di negara itu setahun lalu. Setelah Pakatan Rakyat sulit mencapai keseimbangan kekuatan, sultan negara bagian memerintahkan Pakatan untuk mundur dari kekuasaan di parlemen namun ditolaknya. Hal ini kemudian menimbulkan kebuntuan sampai Kamis, ketika majelis parlemen membuka sidang kembali. Koalisi bertujuan untuk menyingkirkan ketua parlemen-seorang tokoh oposisi yang telah merintangi upaya-upaya mereka untuk menggunakan kekuasaan - dalam rangka mengambil alih kembali kekuasaan pengawasan di majelis. Para wartawan yang berada di dalam parlemen mengatakan, terjadi penganiayaan di majelis, dan para anggota parlemen saling berteriak bersahutan. Perwakilan Barisan Nasional menolak perintah-perintah oposisi untuk meninggalkan sidang. Teo Kok Seong, seorang anggota legislatif dari negara bagian ini, mengatakan kepada AFP melalui telepon dari markas besar polisi anti huru-hara di ibukota negara bagian Ipoh, bahwa dia akan bersama dengan 30 aktivis lain yang ditahan pada saat protes. Beberapa ditangkap pada saat mereka berkumpul di luar parlemen, karena menantang larangan polisi, sedangkan lainnya dicomot dari restoran-restoran di dekatnya. "Ini sangat menggelikan, bagaimana mereka bisa menahan masyarakat seperti itu?" kata seorang pendukung oposisi, RK Muthu, kepada para wartawan di salah satu restoran di depan gedung parlemen. "Ini seperti kawasan jam malam. Pemilu negara bagian yang baru saja berlangsung adalah cara terbaik untuk memecahkan semua masalah. Persilakan rakyat untuk memilih pemerintah mereka," katanya sebelum ditahan. (Ant/Tammo)
 
Baner