| Fungsionaris Golkar Muladi Jika Kalah, JK Harus Mundur dari Ketua Umum |
| Senin, 25 Mei 2009 07:15 |
|
LINTAS INDONESIA - Salah satu Ketua Partai Golkar, Muladi, menyatakan Musyawarah Nasional diperlukan jika Golkar gagal memenangkan calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2009. Karena itu, tentu Munas tersebut harus menunggu Pemilihan Presiden selesai. "Saya kira isu Munaslub Golkar memang sudah terdengar," kata Muladi usai selaku Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional menggelar rapat dengan Komisi Pertahanan DPR, Senayan, Jakarta, Senin 25 Mei 2009. "Tapi lebih baik sekarang berkonsentrasi dulu pada pemilihan presiden dan wakil presiden." Munas, ujar Muladi, menjadi wajar dilakukan ketika misalnya Jusuf Kalla gagal menjadi presiden. "Saya tidak mendoakan kalah ya (tapi) saya kira meski tak usah diminta Munas, Pak Jusuf Kalla harus legawa mengundurkan diri (ketika kalah)," ujarnya. "Jadi jangan menunggu dituntut, tapi atas ide dari Pak Jusuf Kalla, silakan Munas dipercepat. Jangan menggunakan istilah Munaslub tapi Munas Dipercepat. Di situ, pilihalah ketua yang baru. Saya kira lebih baik begitu," katanya. Muladi menyatakan ketika Golkar terpuruk di posisi dua dengan perolehan 14 persen dalam Pemilu, sempat terbersit niat Wakil Presiden itu untuk mundur dari kepemimpinan Golkar. "Tapi karena dituntut rasa tanggung jawab dan demi soliditas partai, maka beliau jalan terus. Jadi nanti kalau misalnya Pak JK kalah, lebih baik beliau yang melontarkan ide untuk mempercepat Munas. Itu lebih terhormat," katanya.(Tammo/vv) |





