| Personil TNI di Perairan Ambalat Bukan Takut Perang, Namun Takut Pimpinan |
| Jumat, 05 Juni 2009 06:17 |
|
LINTAS INDONESIA - Kendati telah diprovokasi kapal angkatan laut Malaysia berkali-kali, personel TNI AL di sekitar perairan Ambalat tidak berani mengambil tindakan tegas. Mereka tidak khawatir kalah perang dengan alasan persenjataan kalah canggih, melainkan takut dengan perintah pimpinan TNI yang mengistruksikan jangan melakukan kontak senjata apa pun. TNI masih tiarap karena rasa takut atas perintah pimpinan,” ujar Ahli Pertahanan Indonesia Letjend TNI (Purn) Syarwan Hamid dalam talk show bertema Prahara dengan Malaysia: Dari Ambalat hingga Manohara, di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/06/2009). Menurut Syarwan, semestinya prajurit TNI berani mengambil tindakan tegas dengan langsung menembaki kapal Malaysia yang memasuki wilayah Indonesia. Dengan syarat sudah berkali-kali diingatkan tapi tidak diabaikan. Saya sarankan prajurit di sana bismillah, kalau dilanggar langsung tembak, pasti rakyat Indonesia mendukung,” ujarnya. Anggota DPD RI Ichsan loulembah mengatakan, kasus Manohara merupakan kasus pelecehan keluarga, dan ini harus segera ditangani secara hukum, jangan dibiarkan, sebab kalau dibiarkan nantinya kekerasan dalam rumah tangga semakin bertambah katanya. Sementara Komisi Hukum DPR Nasir Jamil Menilai bahwa kasus Manohara yang dibesar-besarkan publik merupakan kasus dalam keluarga, dan itu masalah intern keluarga, dan bisa diselesaikan secara kekeluagaan, karena persoalan tersebut masih dalam lingkup keluarga suami istri. Jika memang benar itu semua terjadi terhadap Manoharam, lakukan penceraian dengan baik, inikan aib keluarga harusnya dibicarakan secara keluarga agar permasalahan ini selesai dengan baik kata Nasir Jamil saat dihubungi melalui hp cellulernya. ( ok/ Tammo |






