Charta Politika Hadirkan debat Politik tiga Capres Cawapres, LP3 ES SBY-Boediono Unggul
Selasa, 09 Juni 2009 10:48

LINTAS INDONESIA - Charta Politika adalah sebuah wadah yang selama ini selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan di seputar perkembagan politik baik pemilihan legislatif yang baru selesai dan pilpres 2009 akan datang.

Agar supaya rakyat tahu siapa diantara tiga pasangan lebih berkualitas dan pro terhadap rakyat, maka Charta Politika melakukan debat publik  dengan tema " Perang Survei Pilpres 2009" di Restoran Sindang Reret, Jl. Wijaya 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/6)..


Acara Debat Publik yang dilaksanakan Charta Politika ini menghadirkan pembicara-pembicara antara lain, Johan Silalahi (LRI), Dodi Ambardi (LSI), Fajar Nursahid (LP3ES), dan akan ditanggapi dari masing-masing tim sukses dari tiga pasangan capres-cawapres diantaranya adalah  Marurarar Sirait (Mega-Prabowo) Marzuki Alie (SBY-Boediono),Indra Pilliang (JK-Wiranto) dan acara ini dihadiri kurang lebih 100 orang peserta.


Sementara LP3ES Temukan SBY-Boediono Unggul 54,9%
LP3ES dalam surveinya menemukan responden yang cenderung untuk akan memilih pasangan SBY-Boediono sangat jauh angkanya bila dibandingkan dua pasangan capres dan cawapres. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan LP3ES itu mengemukakan antara lain SBY-Boediono 54,9%, Mega-Prabowo 9,7 % sedangkan JK-Win memperoleh suara dari responden sebesar 6,8 %.

Hal itu dikemukakan Fajar Nursahid, perwakilan dari LP3ES dalam debat publik yang bertajuk " Perang Survei Pilpres 2009",

" SBY-Boediono jauh lebih unggul suaranya berdasarkan survei yang dilaksanakan LP3ES yakni SBY-Boediono terdiri dari 54,9%, Mega-Prabowo 9,7 % sedangkan JK-Win 6,8 %," katanya.

"Survei yang kami lakukan ini dengan langsung menemui korespondennya dan melalui telpon dan sms kepada kami," ujarnya.

Hasil survei yang dilaksanakan LP3ES ini ditanggapi positif dari Maruarar Sirait, Tim Sukses Mega-Prabowo bahwa apapun yang dilakukan lembaga survei selama ini kita terima,soal benar dan tidaknya itu akan dibuktikan saat pilpres nanti.

Dalam pada itu Marzuki Alie Tim SBY-Boediono mengatakan lembaga survei ini mempunyai itikad yang baik untuk memperbaiki bangsa menuju bangsa yang berkualitas sejatinya didukung.

Sementara Indra J. Piliang, Tim JK-Win menilai, hasil poling terhadap responden yang dilakukan lembaga survei itu gagal. "Saya menilai lembaga survei itu gagal dalam menjalankan kegiatan surveinya terbukti pada persoalan pilkada Jawa Timur yang sampai sekarang tidak menemukan indikasi kecurangan DPT. (Adam)


J. Kristiadi Salah Mengutip Data

Jakarta, Indowarta

Data LRI yang dikutip J. Kristiadi itu dinyatakan salah, sehingga muncul perdebatan sengit dalam acara debat publik. semua data yang dikutip J. Kristiadi menorehkan kritik dari LRI, mereka merasa bahwa kutipan itu sangat bertolak belakang dengan hasil survei yang dilakukan.

Hal itu dikatakan Johan Silalahi, dari LRI dalam acara debat publik di Restoran Sindang Rerat, Jl. Wiajaya 1 Jakarta Selatan, Selasa (9/6).

" Data yang dikutip J. Kristiadi dari hasil survei terakhir yang kami lakukan memang jelas bertolak belakang, sehingga kami menolak dari apa yang disampaikannya, "katanya.

Lebih lanjut Johan mengatakan, J.. Kristiadi sejatinya mengemukan data yang benar, sebab kesalahan yang dilakukan itu akan berefek negatif kepada masyarakat dan lebih-lebih akan merusak citra lembaga survei Indonesia.

" Bila lembaga survei itu, memiliki citra buruk,maka masyarakat akan apriori terhadap lembaga survei bahkan tidak percaya akan kredibilitasnya,"pungkasnya Johan.(Adam)

 
Baner