Wacana Pemilu Ditunda, Mega Minta Kubu SBY Juga Datang ke KPU
Senin, 06 Juli 2009 06:41
LINTAS INDONESIA - Calon presiden Megawati Soekarnoputri secara terus terang menginginkan kubu pasangan SBY-Boediono datang ke Komisi Pemilihan Umum untuk menuntaskan kasus Daftar Pemilih Tetap. Sayangnya hingga pukul 12.45 WIB, belum satu orang pun dari kubu Yudhoyono yang datang.

"Kami menunggu calon lain untuk menempuh persoalan ini, terutama di dalam proses melakukan data ulang dalam Daftar Pemilih TetapĀ  ini," kata Megawati dalam jumpa pers di Gedung KPU, Jakarta, Senin 6 Juli 2009.

Dari tiga pasang calon presiden, yang tidak ikut datang ke KPU hari ini adalah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Megawati mengaku hingga jam siaran pers itu kubu Mega sulit menghubungi kubu SBY.

Mega menegaskan, kedatangannya dan Jusuf Kalla ke KPU bukan hanya sekadar wakil nomor 1 dan nomor 3, tapi untuk membereskan Data Pemilih Tetap yang merupakan hak penuh rakyat dalam menentukan pilihannya. "Untuk itu, kami inginkan calon yang lain untuk datang," kata Mega.

Sebelumnya Mega mengungkapkan pihaknya akan menunggu keputusan Mahkamah KonstitusiĀ  terkait kisruh Daftar Pemilih Tetap, apakah MK mengizinkan penggunaan Kartu Tanda Penduduk untuk pemilih yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap.

"Kami akan menunggu hasil keputusan dari MK yang memang nanti sekitar pukul 14.00 WIB. Kami sendiri diundang datang ke MK, apakah masih berembuk lagi atau mendengar ada suatu keputusan bahwa KTP bisa digunakan untuk cara pilih akibat sekarang tidak berjalan, sehingga terobosan yang dilakukan menggunakan KTP," tutur Mega.

Hal ini untuk mengingatkan bahwa pemilu adalah satu sarana dari mempresentasikan hak kedaulatan rakyat dengan tetap berpegang dari perundangan yang ada. "Tentu kami setujui (tunggu MK), tapi ada satu hal yang tentunya harus kita pikirkan, pemilu merupakan satu sarana untuk menegakkan demokrasi, jadi kami betul-betul dalam hari-hari yang tinggal sepenggal menginginkan pemilu tetap berjalan, dan kami menunggu calon lain untuk menempuh persoalan ini," tegas Mega.(VV/Nrdn)
 
Baner