Rusia Temukan Kapal Dagang yang Hilang, Awak masih Hidup
Selasa, 18 Agustus 2009 07:45
LINTAS INDONESIA - Angkatan Laut (AL) Rusia, Senin (17/8), menemukan kapal kargo yang hilang di Samudra Atlantik dekat kepulauan Cape Verde.

Ditemukannya kapal tersebut memberi harapan pemecahan misteri yang telah membingungkan pejabat maritim selama berminggu-minggu.

Kapal Arctic Sea dan 15 pria awaknya menghilang di perairan Eropa dua minggu lalu, yang memicu spekulasi telah terjadi tindakan ilegal hingga perkiraan bahwa kargo rahasia kapal tersebut diincar oleh bajak laut atau mata-mata.

Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov memberitahukan Presiden Dmitry Medvedev bahwa kapal seberat 4.000 tersebut telah ditemukan di sekitar Cape Verde.

Para awak kapal berada dalam keadaan aman serta telah dibawa kembali dengan kapal anti kapal selam milik AL Rusia.

Ia tidak memberikan rincian mengenai bagaimana kapal dagang tersebut ditemukan atau mengapa kapal tersebut lenyap. Namun ia berjanji akan memberitahukan lebih banyak.

"Hari ini pada pukul 13.00 waktu Moskow, kapal tersebut ditemukan 300 mil dari kepulauan Cape Verde," kata Serdyuvko kepada Medvedev selama kunjungan kepresidenan kota bagian selatan Rusia, Astrakhan.

"Para awak kapal telah dipindahkan ke kapal anti kapal selam AL Rusia,
Ladny, dimana mereka lalu ditanyai mengenai klarifikasi peristiwa hilangnya
kapal mereka," ujarnya. "Seluruh awak kapal ditemukan masih hidup dan
berada dalam keadaan baik."
Kremlin telah memerintahkan kapal perang dan kapal selam untuk
menjelajah Samudra Atlantik untuk mencari kapal Arctic Sea, yang sempat
melakukan kontak komunikasi dengan operator di Finlandia pada 30 Agustus
setelah melewati Portugal.
Kapal yang telah terdaftar di Malta tersebut membawa muatan kayu
senilai 1,3 juta dolar, direncanakan berlabuh di pelabuhan Algeria, Bejaia,
pada 4 Agustus namun belum juga tiba sesuai jadwal.
Perhatian lalu tertuju pada awak kapal setelah Pejabat Kelautan Malta
mengatakan mendapat laporan kapal tersebut telah dibawa oleh sejumlah pria
bersenjata dan memakai topeng yang terlihat seperti polisi anti narkoba di
perairan Swedia pada 24 Juli.
Dia mengatakan bahwa para awak kapal telah dibunuh, diikat, disumpal
dan telah ditutup matanya, beberapa kru lainnya juga menderita luka parah.
Namun, dalam komentar kepada media Serdyukov tidak mengatakan bahwa
para kru kapal tersebut telah ditahan diluar kemauan mereka.
"Saya kira dalam dua jam berikutnya kami akan bisa mengatakan rincian
yang lebih banyak tentang apa yang terjadi kepada mereka, mengapa kontak
dengan mereka bisa hilang, mengapa (kapal tersebut) mengubah haluan, serta
semua rincian lainnya," kata Serdyukov.
Pembajakan di perairan Eropa belum pernah terjadi sebelumnya di masa
modern, meskipun gelombang pembajakan telah merebak di Somalia.
Direktur perusahaan Solchart yang mengoperasikan kapal tersebut dan
berlokasi di Finlandia Viktor Matveyev dua minggu lalu mengatakan kepada
Reuters, yakin kapal tersebut telah dibajak dan media lokal Finlandia
melaporkan bahwa sebelumnya ada permintaan uang tebusan.
Namun Komisi Eropa menyatakan keraguan bahwa Laut Arktik telah menjadi
wilayah pembajakan. Pencarian kapal tersebut juga melibatkan banyak negara
Eropa serta NATO.
Ada beberapa pihak yang dilaporkan telah melihat kapal tersebut, meski
satu kontak komunikasi terakhir dengan pejabat kelautan yang sempat
didokumentasikan hanya pada 28 Juli dari Selat Dover antara Inggris Raya
dan Prancis.
Tidak lama setelahnya satu sinyal elektronik menunjukkan lokasi kapal
tersebut telah dimatikan.(aL/mi/yAT)
 
Baner