Bos Arrahmah.com Ditangkap polisi, Diduga Terlibat Pendanaan Teroris
Rabu, 26 Agustus 2009 05:31

 LINTAS INDONESIA - Polisi menangkap salah satu pendiri Arrahmah,com, Mohammad Jibril pada Selasa 25 Agustus 2009. Di hari yang sama, polisi mengumumkan Mohammad Jibril sebagai DPO yang berperan dalam pendanaan jaringan teroris di Indonesia.

Dia juga diduga terkait dalam pengeboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Jumat 17 Juli 2009. 

 

Keluarga dan pengacara Mohammad Jibril langsung angkat bicara. Menurut salah satu pengacaranya dari LBH Muslim, M Haryadi Nasution penetapan Mohammad Jibril sebagai DPO mengherankan.

Sebab, "pada Kamis tanggal 20 Agustus, Jibril masih meliput. Saat itu ada pengajian di Masjid Al Munawaroh, ada massa menyerbu, polisi juga datang. Dia meliput kejadian itu dengan membawa kamera," kata Hariyadi dalam konferensi pers, Rabu 26 Agustus 2009.

"Yang kami bingung, kalau memang kemarin ditetapkan sebagai DPO kenapa tidak malam itu [saat meliput] dia ditangkap," tambah dia. Haryadi mengaku bertanya-tanya apakah perselisihan antara Ustad Abu Jibril dengan Habib Abdurrahman Assegaf ada hubungannya dengan penangkapan polisi.

"Malam Jumat masih meliput, logikanya nggak mungkin polisi nggak tahu," tambah dia.

Penetapan Mohammad Jibril sebagai DPO, kata Haryadi, berlebihan. Sebab, masyarakat sudah kenal betul siapa Abu Jibril, ayah Mohammad Jibril. Selain itu, polisi pasti sudah tahu benar aktifitas Mohammad Jibril antara Jakarta, Pamulang, dan Bintaro. "Dia Direktur Arrahmah, punya kantor di Bintaro," tambah dia.

Polisi, kata Haryadi, harus membuktikan secara hukum dugaannya bahwa Mohammad Jibril adalah penyandang dana teroris.

Sementara, pengacara yang lain, M Yusuf mengatakan tak mungkin Mohammad Jibril teroris. "Nggak mungkin jurnalis menjadi teroris, apalagi penyandang dana," kata dia. Apalagi, untuk makan dan membeli bensin, Mohammad Jibril masih meminta ke orang tuanya.(VV/tam)

 
Baner