| Gempa 7,6 SR Guncang Sumbar, Tim SAR Asing Mulai Balik Kanan |
| Senin, 05 Oktober 2009 10:24 |
LINTAS INDONESIA - Harapan untuk menemukan korban selamat yang tertimbun di balik reruntuhan gedung di lokasi gempa, makin tipis.Bantuan internasional mulai beralih, tak lagi fokus mencari korban selamat namun berkonsentrasi mengirimkan bantuan ke wilayah terpencil dan perbukitan, meski terhambat hujan deras. "Dari bermacam pengalaman, akan sangat sulit menemukan korban selamat," kata Kepala Badan Kemanusiaan PBB di Indonesia, Ignacio Leon, kepada AP, Senin 5 Oktober 2009. "Saya tidak bermaksud mematikan harapan keluarga korban, namun fokus akan diubah, kami akan membantu pengiriman bantuan," tambah dia. Meski demikian, Leon tak mengatakan bahwa proses pencarian dan penyelamatan korban dihentikan sama sekali. Ribuan orang diperkirakan tewas akibat gempa dahsyat 7,6 skala Richter yang mengguncang Pariaman, Rabu 30 Oktober 2009 lalu. Sebelumnya PBB mengatakan ada sekitar 1.100 orang tewas, sementara versi pemerintah Indonesia mengatakan sekitar 608 tewas. Sementara, kepala tim penyelamat dari Jepang, Hiroaki Sano mengatakan staf PBB dan perwakilan pemerintah Indonesia telah berdiskusi soal bantuan internasional. Dalam diskusi tersebut, kata dia, disepakati bahwa bantuan pencarian dan penyelamatan korban jiwa, tak lagi dibutuhkan. "Kami telah berusaha datang secepatnya, namun kami tak menemukan korban yang selamat. Padahal, 100 jam pertama sangat krusial," kata Sano. Ditambahkan dia, tim SAR internasional mulai bersiap menghentikan operasi dan bersiap pulang. "Harapan menemukan korban selamat makin tipis," tambah dia.(VV/Hsn) |
LINTAS INDONESIA - Harapan untuk menemukan korban selamat yang tertimbun di balik reruntuhan gedung di lokasi gempa, makin tipis.





