| Tentara Culik Presiden di Istana |
| Jumat, 19 Februari 2010 09:00 |
|
Juru bicara pemberontak ini menyatakan kekuasaan sekarang berada di tangan Majelis Tertinggi Restorasi Demokrasi. Mereka meminta setiap warga negara dan komunitas internasional untuk mempercayai tujuan mereka untuk “membawa Niger kembali ke demokrasi dan tata pemerintahan yang baik.” Radio Internasional Prancis melaporkan para tentara itu berhasil melumpuhkan penjaga presiden sebelum membawa lari presiden yang dikenal otoriter itu. Presiden itu kemudian dibawa ke sebuah kamp militer di luar ibukota. Namun keberadaannya belum jelas berjam-jam setelah kejadian.
Tandja pertama kali berkuasa melalui pemilihan yang demokratis pada 1999 setelah didahului sejumlah kudeta dan pemberontakan. Pada 22 Desember 2009 lalu, Tandja yang sudah dua periode berkuasa, bisa berkuasa lagi tanpa batas waktu setelah memunculkan konstitusi baru yang membuatnya bisa berkuasa tanpa batas waktu. Tandja menyatakan terus berkuasa karena permintaan rakyatnya. Dia menyatakan harus menyelesaikan sejumlah proyek raksasa bernilai miliaran dolar yang telah dimulai beberapa bulan terakhir. seperti pembangunan dam, kilang minyak dan tambang uranium terbesar di Afrika. Sejak itu, Niger dikucilkan tetangga-tetangganya. Pemerintah Amerika Serikat memotong bantuan nonkemanusiaan dan menerapkan pembatasan bepergian bagi sejumlah pejabat pemerintahannya. Seorang diplomat di Burkina Faso menyatakan para tentara pemberontak ini dipimpin Kolonel Abdoulaye Adamou Harouna, bekas staf pemberontak sebelumnya, Daouda Mallam Wanke. Di Niamey, tentara-tentara yang dihubungi melalui telepon ke baraknya menyatakan kudeta dipimpin Harouna. Niger yang kaya uranium terletak di dasar daftar human development index Perserikatan Bangsa-bangsa dan memiliki angka buta huruf 70 persen. Negara di selatan Sahara ini juga kerap dilanda kekeringan dan penggurunan. (Tammo/vv/Associated Press) |
LINTAS INDONESIA-Sejumlah tentara yang mengendarai kendaraan militer menyerbu Istana Presiden Niger di siang hari bolong. Setelah sejumlah aksi tembakan dalam dua jam, mereka berhasil menculik Presiden Niger Mamadou Tandja dari istana di Ibukota Niger, Niamey, itu.





