Luiz Ignacio Lula da Silva : pembangunan tembok penghalang yang dibuat Israel di Tepi Barat, adalah penyebab penderitaan besar manusia
Kamis, 18 Maret 2010 15:50
LINTAS INDONESIA -"Brazil bersedia berbicara dengan setiap orang, dengan siapa saja yang ada di meja perundingan, dan tak ada kekuatan politik, baik kiri mau pun kanan, tak dapat diajak berbicara oleh Brazil. Semua kekuatan mesti terlibat dalam proses perdamaian," kata Presiden Brazil Luiz Ignacio Lula da Silva,selain itu ia menyampaikan kembali dukungannya bagi negara Palestina dan mengatakan ia bersedia melakukan apa saja yang dapat dilakukannya untuk membantu rakyat Palestina.

Kantor berita pemerintah, Agencia Brasil, dengan mengutip keterangan Presiden tersebut, melaporkan ia mendukung negara Palestina merdeka dan percaya bahwa Palestina dan Israel akan menemukan cara berbagi tanah "nenek-moyang" mereka, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.

Dalam kunjungan ke Ramallha, Tepi Barat Sungai Jordan, Presiden Lula meresmikan Brazil Street, yang berada di luar markas Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA).

Ia senang untuk meresmikan jalan tersebut, yang menurut dia mewakili cinta antara rakyat Palestina dan Brazil.

Lula juga meletakkan bunga di makam mantan presiden Palestina Yasser Arafat, yang meninggal pada 2004.

Presiden Brazil itu mengecam pembangunan tembok penghalang Israel di Tepi Barat, dan mengatakan itu adalah penyebab penderitaan besar manusia.

"Itu memecah keluarga, memisahkan teman, memutuskan jalur produksi dan akibatnya ialah membuat takut penanam modal," katanya.

Lula juga mengatakan rakyat Palestina memerlukan persatuan dan menyeru HAMAS dan Fatah agar menggabungkan kekuatan. Ia mengatakan ia akan bersedia menemui para pemimpin HAMAS.(ant/alfian)
 
Baner