Hillary Clinton : Pembangunan permukiman Yahudi itu merusak perundingan-perundingan perdamaian
Selasa, 23 Maret 2010 16:31
LINTASINDONESIA - Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengatakan pembangunan permukiman Yahudi itu merusak perundingan-perundingan perdamaian untuk mencapai perjanjian baru Palestina-Israel.


Namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Senin mengatakan kepada lobi pro-Israel bahwa `Jerusalem bukan satu permukiman,` namun ibu kota Israel, seperti yang dia tunjukkan tidak ada pertanda menyempitkan jurang perbedaan dengan Washington.

"Orang Yahudi membangun Jerusalem 3.000 tahun lalu dan kini orang Yahudi membangun Jerusalem. Jerusalem bukanlah permukiman. Itu adalah ibu kota kami," kata pemimpin negara Zionis itu kepada lobi pro-Israel AIPAC.


Pernyataannya itu disambut hangat oleh 7.500 degelasi pada konferensi kebijakan tahunan AIPAC, Komite Urusan Umum Amerika Israel, namun juga kecaman dari banyak pemrotes.

Tapi teriakan yang biasanya dilakukan delegasi di Washington Convention Center itu berkurang.

Israel pada 9 Maret mengumumkan akan membangun 1.600 rumah baru di Jerusalem timur, yang membuat marah AS, dan negara sekutunya itu mengeluarkan kecaman yang jarang terjadi.


Sementara itu, Palestina telah mengancam mundur dari perundingan-perundingan tidak langsung yang dirancang Washington selama berbulan-bulan, setelah Palestina menolak untuk berunding langsung dengan Israel karena persoalan permukiman itu, (ant/alfian).
 
Baner