Ekmeleddin Ihsanoglu : Israel sedang berusaha mengakhiri keberadaan orang Palestina di Jerusalem.
Selasa, 11 Mei 2010 14:29
LINTAS INDONESIA-Istambul - Ketika berpidato pada saat pembukaan pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan Israel sedang berusaha mengakhiri keberadaan orang Palestina di Jerusalem.

Ihsanoglu mengatakan Israel melaksanakan rencana rahasia di Jerusalem dan mendapat keuntungan internasional.

Masalah rakyat Palestina dan Jerusalem adalah keprihatinan seluruh masyarakat Islam. Rakyat Palestina akan melewati hari-hari mengerikan yang tak pernah mereka alami sebelumnya, kata Ihsanoglu.

Anggota dan ketua parlemen dari 29 negara Islam --termasuk Mesir, Iran, Irak, Jordania dan Suriah-- di Istanbul, Turki, Senin, mensahkan Deklarasi Istanbul, yang menyeru Israel agar menghentikan semua kegiatan permukiman di Jerusalem.

Deklarasi Istanbul disahkan pada pertemuan luar biasa kedua negara anggota Uni Parlemen Organisasi Konferensi Islam (OKI) --PUOIC-- di Conrad Hilton Hotel, Istanbul.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani dan Ketua Parlemen Suriah Mahmoud Al Abrash termasuk di antara ketua parlemen dari 14 negara. Wakil ketua parlemen dari lima negara dan anggota parlemen dari 10 negara juga menghadiri pertemuan tersebut.

Deklarasi itu mengutuk berlanjutnya aksi sengaja provokatif Israel di Jerusalem dan kota besar lain Palestina, dan pada saat yang sama mendesak umat Muslim serta Kristiani di semua bagian dunia agar bekerja sama guna melindungi kota suci, warisan dan sejarah di Jerusalem.


"Jerusalem menghadapi bahaya. Jerusalem berada di bawah pendudukan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Identitas rakyat yang tinggal di Jerusalem sedang diubah dengan tindakan demografis dan politis," katanya.

Semua umat Muslim memiliki tanggung jawab atas Jerusalem. Semua umat Muslim memiliki kewajiban untuk menyelamatkan saudara mereka yang tinggal di Jerusalem, kata Ihsanoglu.

Ketua Parlemen Turki Mehmet Ali Sahin menyatakan sikap tak bertanggung jawab Israel terhadap Jerusalem adalah penghalang terbesar dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Ia mengatakan penyelesaian realistis, adil dan langgeng dapat dicapai dalam konflik Palestina-Israel, kalau saja masalah yang berkaitan dengan Jerusalem diselesaikan dengan cara damai.

"Semua tindakan sepihak yang mengubah status Jerusalem, susunan dan tekstur demografis mesti segera disingkirkan," kata Sahin.


"Turki sejak dulu selalu merasakan tanggung jawab sejarah mengenai masalah Jerusalem," katanya. Ditambahkannya, perdamaian mesti ditegakkan di Jerusalem dan Timur Tengah lebih dulu guna menyediakan perdamaian di dunia.(ant/alfian)
 
Baner