|
Basri Warga Dusun Trikoyo Pati Jateng Akhirnya Meninggal Dunia. |
|
Kamis, 03 Maret 2011 16:39 |
|
Lindonesia.com (Jawa tengah).” Basri 27 th , Salah satu warga Dusun Trikoyo Kecamatan Jaken Kab Pati (Jateng), sebelumnya menjadi DPO Polres Pati akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit.”
Basri alias Bas (27) akhirnya meninggal dunia setelah korban sempat dirawat selama kurang lebih lima hari di RS Kariadi Jawa Tengah, Korban tewas diduga dianiaya oleh oknum anggota Resmob Polres Pati Jawa Tengah. Kematian Basri warga Dusun Trikoyo Jaken Kab. Pati Jawa Tengah ini awalnya setelah ia ditangkap oleh beberapa oknum anggota Resmob Polres Pati Jawa Tengah saat ia sedang mengendarai sepeda motornya, Basri ditangkap untuk dimintai keterangan tentang dugaan dirinya dalam kasus pencurian motor, dia juga dimintai keterangan tentang keberadaan komplotannya, saat itu Basri sudah menyebut satu nama yang diminta oleh petugas, namun karena tidak puas oknum aparat tersebut terus menganiaya Basri sampai akhirnya ia tak sadarkan diri. |
|
Selanjutnya...
|
|
lham Bintang: Akan Cetak kembali jumlah yang sama edisi yang telah diborong |
|
Kamis, 04 November 2010 05:38 |
LINTAS INDONESIA - Wina memberikan penilaiannya berkaitan dengan pengaduan banyaknya agen penjualan media cetak di berbagai kota yang menyebutkan bahwa stok mereka untuk tabloid C&R diborong pihak tertentu.
Ketua Komisi Hukum Dewan Pers, Wina Armada, menilai bahwa pemborongan tabloid Cek & Ricek (C&R) oleh pihak tertentu dari sejumlah agen penjualannya karena diduga kuat berkaitan dengan laporan utama tentang "Skandal Seks Wakil Rakyat" merupakan bentuk sensor terselubung.
"Hal tersebut merupakan bagian dari sensor terselubung sekaligus upaya menghilangkan fungsi pengawasan dari pers," ujar anggota Dewan Pers tersebut
Pemborong tersebut tidak memberikan kesempatan kepada agen media cetak tersebut menjual tabloid C&R hingga ke pengecer dan pelanggan.
"Saya sudah membaca, dan tidak ada hal-hal yang melanggar kode etik jurnalistik," ujar Wina, menanggapi berita tabloid C&R yang menyampaikan laporan utama berjudul "Skandal Seks Wakil Rakyat".
Atmakusumah Astraatmadja, Ketua Dewan Pers periode 2000-2003, sesaat menjelang "Lokakarya Penegakan Produk Dewan Pers - Piagam Palembang" di Semarang berkomentar, "Wah, ini memperlihatkan bahwa masih banyak pihak di negeri ini yang belum rela ada kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers."
|
|
Selanjutnya...
|
|
Abdul Madjid : Semua lapisan masyarakat sudah menjadi sasaran peredaran narkoba |
|
Rabu, 28 April 2010 06:17 |
- Dalam acara sosialisasi yang menghadirkan fungsionaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim itu, Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim Abdul Madjid juga menjelaskan bahwa kalangan pondok pesantren juga tidak luput dari antaran peredaran narkoba. Bahkan sudah ada sejumlah santri dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur yang ketahuan mengkonsumsi narkoba.
Ia juga menyatakan, sasaran obat terlarang narkoba saat ini bukan hanya kalangan pemuda dan remaja, namun juga anggota TNI dan Polri.
"Semua lapisan masyarakat sudah menjadi sasaran peredaran narkoba. Oleh sebab itu jika tidak ada gerakan secara menyeluruh dari semua elemen masyarakat, maka bisa dipastikan bangsa ini akan terpuruk," kata Abdul Madjid, di Sampang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kerjasama antara BNN dan UI Sebagai salah satu upaya membendung Peredaran narkoba di wilayah Kampus |
|
Minggu, 04 April 2010 12:13 |
|
LINTAS INDONESIA-DEPOK-Universitas Indonesia (UI) menandatangani MOU dengan Badan Narkotika Nasional. MOU yang berisikan perjanjian penangananan narkotika ini dilakukan sebagai salah satu upaya membendung peredaran narkoba di wilayah kampus. “Saya rasa ini menjadi hal ini menjadi kewajiban bagi perguruan tinggi,” ujar Gumilar R Soematri, Rektor Universitas Indonesia.
Ia mengatakan, hubungan ini telah lama dilakukan pihaknya dengan BNN. Diakuinya dalam MOU ini tertuangbeberapa perjanjian penanganan Narkoba secara bersama-sama baik bagi pihak UI maupun BNN. “Di UI sendiri, kami memiliki kurikulum sendiri tentang Nafsa, para pengajarnya malah melibatkan orang-orang BNN,” katanya.
Selain itu, ia pun mengatakan terdapat pula beberapa riset yang bekerja sama dengan BNN di beragam bidang. Gumilar mengatakan, kerjasama antara BNN dan UI merupakan hal yang menguntungkan. Ia mengharapkan dengan penandatanganan MOU ini, kedepannya baik UI maupun BNN bisa berperan lebih aktif lagi dalam menyelesaikan persoalan narkoba. “Bagimana penggunaan narkoba bisa dicegah dan bisa dikurangi,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNN Gories Mere mengatakan, kerjasama dengan UI telah menghasilkan beberapa hal yang positif bagi BNN. Salah satunya pemberian quota beasiswa bagi pegawai BNN untuk melanjutkan kuliah kembali di jenjang S2 dan S3 di universitas ini.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kapolwil Kedu, Kombes Pol Agus Sofyan Abadi : motif dan pelaku penembakan Briptu Yono blom diketahui. |
|
Senin, 15 Maret 2010 12:29 |
|
LINTAS INDONESIA "Harapan kami kasut ini diusut tuntas. Apa sebenarnya masalah dan siapa pelaku pembunuhan terhadap kakak saya," tegas Hendra di rumah duka, Desa Katerban, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah,hal ini berkaitan dengan ditemukan Briptu Yona Anton Setiawan (29), anggota Polsek Prembun, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) tewas dengan luka tembak di kantornya.
Mayat Yona pertama kali ditemukan oleh Sudarmadi, pria yang tinggal di depan Mapolsek Prembun, Senin (15/3/2010) pagi. Sudarmadi mengaku, sekitar dini hari dia memang mendengar suara mirip letusan senjata. "Sebelumnya saya juga mendengar anjing milik tetangga saya terus menggonggong. Keesokan pagi, saya menemukan korban sudah bersimbah darah karena luka tembak," tegas Sudarmadi, Senin (15/3/2010). Sementara Hendra, adik korban, mengatakan kepala Yona juga luka akibat hantaman benda keras. Yona mengaku tidak bisa menduga pelaku kekerasan terhadap kakaknya.
|
|
Selanjutnya...
|
|