|
Abdul Madjid : Semua lapisan masyarakat sudah menjadi sasaran peredaran narkoba |
|
Rabu, 28 April 2010 06:17 |
- Dalam acara sosialisasi yang menghadirkan fungsionaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim itu, Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim Abdul Madjid juga menjelaskan bahwa kalangan pondok pesantren juga tidak luput dari antaran peredaran narkoba. Bahkan sudah ada sejumlah santri dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur yang ketahuan mengkonsumsi narkoba.
Ia juga menyatakan, sasaran obat terlarang narkoba saat ini bukan hanya kalangan pemuda dan remaja, namun juga anggota TNI dan Polri.
"Semua lapisan masyarakat sudah menjadi sasaran peredaran narkoba. Oleh sebab itu jika tidak ada gerakan secara menyeluruh dari semua elemen masyarakat, maka bisa dipastikan bangsa ini akan terpuruk," kata Abdul Madjid, di Sampang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kerjasama antara BNN dan UI Sebagai salah satu upaya membendung Peredaran narkoba di wilayah Kampus |
|
Minggu, 04 April 2010 12:13 |
|
LINTAS INDONESIA-DEPOK-Universitas Indonesia (UI) menandatangani MOU dengan Badan Narkotika Nasional. MOU yang berisikan perjanjian penangananan narkotika ini dilakukan sebagai salah satu upaya membendung peredaran narkoba di wilayah kampus. “Saya rasa ini menjadi hal ini menjadi kewajiban bagi perguruan tinggi,” ujar Gumilar R Soematri, Rektor Universitas Indonesia.
Ia mengatakan, hubungan ini telah lama dilakukan pihaknya dengan BNN. Diakuinya dalam MOU ini tertuangbeberapa perjanjian penanganan Narkoba secara bersama-sama baik bagi pihak UI maupun BNN. “Di UI sendiri, kami memiliki kurikulum sendiri tentang Nafsa, para pengajarnya malah melibatkan orang-orang BNN,” katanya.
Selain itu, ia pun mengatakan terdapat pula beberapa riset yang bekerja sama dengan BNN di beragam bidang. Gumilar mengatakan, kerjasama antara BNN dan UI merupakan hal yang menguntungkan. Ia mengharapkan dengan penandatanganan MOU ini, kedepannya baik UI maupun BNN bisa berperan lebih aktif lagi dalam menyelesaikan persoalan narkoba. “Bagimana penggunaan narkoba bisa dicegah dan bisa dikurangi,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNN Gories Mere mengatakan, kerjasama dengan UI telah menghasilkan beberapa hal yang positif bagi BNN. Salah satunya pemberian quota beasiswa bagi pegawai BNN untuk melanjutkan kuliah kembali di jenjang S2 dan S3 di universitas ini.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kapolwil Kedu, Kombes Pol Agus Sofyan Abadi : motif dan pelaku penembakan Briptu Yono blom diketahui. |
|
Senin, 15 Maret 2010 12:29 |
|
LINTAS INDONESIA "Harapan kami kasut ini diusut tuntas. Apa sebenarnya masalah dan siapa pelaku pembunuhan terhadap kakak saya," tegas Hendra di rumah duka, Desa Katerban, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah,hal ini berkaitan dengan ditemukan Briptu Yona Anton Setiawan (29), anggota Polsek Prembun, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) tewas dengan luka tembak di kantornya.
Mayat Yona pertama kali ditemukan oleh Sudarmadi, pria yang tinggal di depan Mapolsek Prembun, Senin (15/3/2010) pagi. Sudarmadi mengaku, sekitar dini hari dia memang mendengar suara mirip letusan senjata. "Sebelumnya saya juga mendengar anjing milik tetangga saya terus menggonggong. Keesokan pagi, saya menemukan korban sudah bersimbah darah karena luka tembak," tegas Sudarmadi, Senin (15/3/2010). Sementara Hendra, adik korban, mengatakan kepala Yona juga luka akibat hantaman benda keras. Yona mengaku tidak bisa menduga pelaku kekerasan terhadap kakaknya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kapolres Sukabumi: menyelundupkan 93 orang imigran adalah perbuatan ilegal |
|
Minggu, 28 Februari 2010 09:34 |
LINTAS INDONESIA - Puluhan imigran berhasil diamankan oleh petugas kepolisian saat melintasi jalur Warungkiara, Kabupaten Sukabumi menuju wilayah Ujunggenteng. Mereka diduga akan ke Australia.
Jajaran kepolisian dari Polres Sukabumi, Jawa Barat, telah mengamankan tiga orang pelaku penyelundupan puluhan imigran asal Afghanistan dan Iran ke negara Australia.
"Tiga pelaku yang telah diamankan tersebut, berinisial M, B dan S. Kami belum tahu, apakah tiga pelaku ini akan ditahan di Mapolres setempat atau di Mabes Polri," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Herukoco, di Sukabumi.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Pemkot Jaksel Ungkap Sindikat Pengemis |
|
Rabu, 26 Agustus 2009 05:44 |
|
LINTAS INDONESIA- Pemkot Jakarta Selatan mengungkap sindikat pengemis yang beroperasi setiap bulan puasa Ramadan. Puluhan orang tertangkap basah saat sedang turun dari sebuah mobil angkutan umum di kawasan Cilandak, Rabu (26/8). Saat ditangkap, para pelaku tidak dapat menunjukan identitas, seperti KTP. Setelah didata, mereka dikirim ke Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. "Para peminta-minta atau pengemis ini kebanyakan berasal dari Jawa Barat. Mereka dikendalikan sindikat untuk disebar ke Jakarta menjadi pengemis terutama untuk memanfaatkan bulan puasa ini," kata Kasat Pol PP Pemkot Jakarta Selatan, Jurnalis, Rabu. Dijelaskan, pengemis tersebut biasanya disebarkan sekitar pukul 03.00-04.00 WIB dini hari. Pada sore hingga malam harinya, mereka mangkal di traffic light (lampu merah) di sepanjang Jalan TB Simatupang. "Kami masih mengejar aktor intelektual di balik sindikat pengemis ini," tegasnya. |
|
Selanjutnya...
|
|