Pemkot Jaksel Ungkap Sindikat Pengemis
Rabu, 26 Agustus 2009 05:44

LINTAS INDONESIA- Pemkot Jakarta Selatan mengungkap sindikat pengemis yang beroperasi setiap bulan puasa Ramadan. Puluhan orang tertangkap basah saat sedang turun dari sebuah mobil angkutan umum di kawasan Cilandak, Rabu (26/8).

Saat ditangkap, para pelaku tidak dapat menunjukan identitas, seperti KTP. Setelah didata, mereka dikirim ke Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. "Para peminta-minta atau pengemis ini kebanyakan berasal dari Jawa Barat. Mereka dikendalikan sindikat untuk disebar ke Jakarta menjadi pengemis terutama untuk memanfaatkan bulan puasa ini," kata Kasat Pol PP Pemkot Jakarta Selatan, Jurnalis, Rabu.

Dijelaskan, pengemis tersebut biasanya disebarkan sekitar pukul 03.00-04.00 WIB dini hari. Pada sore hingga malam harinya, mereka mangkal di traffic light (lampu merah) di sepanjang Jalan TB Simatupang. "Kami masih mengejar aktor intelektual di balik sindikat pengemis ini," tegasnya.

 

Menurut Jurnalis, selama tiga hari lalu, pihaknya sudah menangkap 103 Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dari 103 orang itu kebanyakan adalah pengemis, pengamen, gelandangan, dan PSK. Selain di traffic light TB Simatupang, mereka ditangkap di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Lebak Bulus, dan Pasar Minggu.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menelusuri kasus ini. Sejak awal, kata dia, Pemkot Jaksel telah melakukan langkah-langkah menertibkan PMKS, terutama pengemis. Dia mengakui para pengemis itu dikendalikan oleh sindikat atau aktor intelektual. "Pengemis tersebut biasanya membayar uang setoran kepada penanggung jawabnya. Di Jakarta, mereka punya blok-blok. Ada blok Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Brebes," kata Syahrul. (MI/yat)

 
Baner