| Priok Berdarah, Kepala Satpol PP Haryanto Badjuri Harus Bertanggung Jawab |
| Rabu, 14 April 2010 10:50 |
LINTAS INDONESIA - Kekacauan makin tidak terkendali akibat bentrok Satpol PP dengan massa pembela makam Mbah Priok. Kerusuhan merembet sampai ke depan RS Koja. Pembakaran mobil pun tidak terhindarkan. Kepala Dinas Trantib dan Pol PP DKI Jakarta Haryanto Badjuri dinyatakan telah gagal dan harus bertanggung jawab."Karena kegagalannya mencegah jatuhnya korban luka-luka, pengeroyokan dan penganiayaan atas para korban yang tidak berdaya lagi," kata Koordinator Advokasi Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Abdul Hadi Lubis, dalam rilis kepada wartawan, Rabu (14/4/2010). PBHI menyesalkan penertiban yang berujung dengan kerusuhan. Korban luka jatuh dari kedua pihak. PBHI mengutuk kebrutalan yang terjadi. Bahkan dari pihak warga sipil, ada anak-anak, remaja dan juga dua anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut menjadi korban kekerasan. "Pemprov DKI Jakarta harus meminta pertanggungjawaban Kadis Trantib dan Pol PP DKI Jakarta, Haryanto Badjuri," imbuh Abdul Hadi. Haryanto tidak bisa dikontak untuk dikonfirmasi terkait insiden berdarah tersebut. Dia terlihat berada di TKP pada Rabu pagi, beberapa saat sebelum pecah bentrokan. Haryanto merupakan Kadis Trantib dan Pol PP yang menjabat di sejumlah periode . (dayat/dtk) |
LINTAS INDONESIA - Kekacauan makin tidak terkendali akibat bentrok Satpol PP dengan massa pembela makam Mbah Priok. Kerusuhan merembet sampai ke depan RS Koja. Pembakaran mobil pun tidak terhindarkan. Kepala Dinas Trantib dan Pol PP DKI Jakarta Haryanto Badjuri dinyatakan telah gagal dan harus bertanggung jawab.




