|
LINTAS INDONESIA - Disadari atau tidak peran pemuda sangat signifikan kedepannya,yang menentukan arah perubahan kedepan bangsa dan negara Indonesia yang nantinya secara kwalitatif dapat dan mampu bersaing dengan negara lainnya dimana era globalisasi yang kompetitif smakin ketat.selain itu dinamika kehidupan berjalan seiring juga dinamika kehidupan organisasi tetap terus berjalan dan berkembang.
"Semua harus nyambung,baik dalam prinsip maupun bekerja dan berkarya baik pengurus maupun anggota yang ada didalam GMPI, apabila organisasi pemuda sayap partai PPP tidak bisa mengikuti alur perubahan yang sedang terjadi,maka organisasi ini akan jadi terbelakang dan mundur dan sudah pasti akan ditinggalkan oleh anggotanya,dan jelas akan ditinggal oleh rakyat maupun konstituen.Untuk hal ini harus disadari oleh pengurus yang terpilih kedepannya,"ujar Surya Dharma Ali ketua umum PPP saat membuka muktamar III Generasi Mudah Pembangunan Indonesia (GMPI)di asrama Haji,Bekasi,dari tanggal 03-06 Mei 2010 yang dihadiri 271 cabang dan 33 DPD seluruh Indonesia dan ribuan konstituen lainnya.
"Jadi Muktamar GMPI ke III kali ini,kita harus jujur dan harus banyak kontepelasi agar dapat membaca perubahan kedepannya,"ujar Pak Menag menambahkan. "Apalagi sekarang kita lihat fenomena saat ini kecenderungan,islam semakin tidak digandrungi apalagi parpol islam,ini disebabkan partai kita tidak membuka mata ,seperti hal pencalonan legislatif kita lebih mengutamakan orang lama yang dulunya kalah dan tetap dicalonkan kembali daripada mengutamakan tokoh baru yang bisa menyegarkan kan partai dan mampu berkompetisi dengan partai lain,sudah pasti akan kalah lagi,kedepannya jadi pertimbangan agar partai lebih hidup dan benar2 menyentuh keinginan rakyat khususnya konsituen islam karena hanya PPP, pengurus, anggota dan konstituen yang islam yang merupakan saluran politik masyarakat islam indonesia,"ujar Pak Ketum PPP lagi
"Kedepannya hanya parpol yang bekerja keras memenangkan kompetisi,modal kuat partai kita adalah parpol lama yang sudah matang,sudah banyak makan asam garam politik dan memiliki konstituen riel yang jelas namun kesemuanya harus dibenahi dan disadari juga banyak partai baru yang merupakan kompetitor parti kita yang dapat merebut dan simpati konsituen riel parpol kita,yang paling kita sadari saat ini kita sangat terhambat untuk merekrut kader kader yang berkwalitas." kata Pak Ketum PPP menambahkan lagi.
"Maka kemandirian dan berwawasan kebangsaan dan berakidah islamiyah yang dibutuhkan oleh Pemuda GMPI kedepannya,dan GMPI dituntut menjadi organisasi modern,modern dimaksud adalah dituntut partisipasinya semuanya,baik ketum,sekjend dan anggotanya bukan seperti selama ini seperti majelis taklim," ujar ketum PPP berkelakar, " yang bekerja hanya ketum dan sekjendnya aja," program2nya harus bagus serta juga pengurusnya yang kompetible yang benar mampu dan siap untuk bekerja,karena yang sangat dibutuhkan orang pintar yang bekerja dari pada hanya sekedar ngomong tapi tidak bekerja, ya setidaknya peran ketum itu dikatakan sukses karena tidak sekedar melaksanakan muktamar berikutnya,ujar menag mengakhiri sambutannya.(Alfian)
|