M.Aditya Mufti Arifin : Kemauan dan kerja keras GMPI akan memenangkan PPP Pemilu 2014
Kamis, 06 Mei 2010 14:54
LINTAS INDONESIA - "Terpilihnya Hilman Ismail Hasan Metarium sebagai ketua Umum GMPI Periode 2010 diMuktamar III GMPI di asrama haji Bekasi, sudah tepat karena merupakan pilihan muktamirin walaupun ada sedikit death lock sampai tengah malam,namun itu bagian dari sebuah demokrasi,GMPI sebagai sayap PPP harus secepatnya melakukan konsolidasi Internal,untuk melakukan percepatan perubahan,baik reformasi struktural dan perbaikan program kerja seperti yang telah dibahas di dipleno-pleno Muktamar,tutur Aditiya kader GMPI dari Kalsel dan Anggota Komisi III DPR RI saat santai di suasana Muktamar.

"Karena GMPI merupakan sayap partai yang mencetak kader yang tidak sekedar militan,namun harus memiliki nilai intelektual tinggi dan terukur yang mampu berkontribusi buat PPP dan negara,setidaknya kader GMPI merupakan tokoh PPP untuk kedepannya,yang nantinya akan membawa kembali kejayaan PPP seperti dimasa lalu,walaupun semua itu perlu waktu,tapi sebagai kader GMPI harus optimis untuk menghadapi tantangan pemilu 2014.ini dilihat dari perolehan suara dan kursi yang menurun tajam di Pemilu 2009,kerja keras kedepannya harus ada kolaborasi antara tokoh-tokoh senior dan tokoh baru dimana tokoh senior sangat dibutuhkan pengalaman dan kematangan berfikir serta nasehatnya sementara tokoh muda semangat, kemauan dan kerja keras sangat diperlukan hal ini bila dikombinasi merupakan kekuatan besar bagi partai ini,apalagi PPP adalah partai lama berkecimpung di Politik Indonesia,"ujar Anggota DPR RI termuda saat ini

"Kemandirian buat GMPI mutlak adanya, seperti PW dan PC GMPI Kalsel telah lama melakukan terobosan dimana kegiatan internal partai seperti workshop, raker,dananya ditanggulangi anggotanya yang kebanyakan bergerak dibidang kontraktor pertambangan, jadi wajar GMPI merupakan barometer dari OKP dan ormas lainnya karena sebuah keharusan untuk existensi GMPI kesemuanya itu digerakkan oleh kader yang memiliki militansi tinggi dan kecakapan intelektual yang mumpuni, ujar Aditya menutup pembicaraan.(Alfian)
 
Baner