BONGKAR MAFIA HAJI
Jumat, 14 Mei 2010 22:49

LINTAS INDONESIA - Pengelolaan Pelayanan haji terhadap jamaah dirasakan tidak professional,sangat kurang dirasakan dan dapat dikatakan tidak manusiawi,mulai keberangkatan mereka,dimana isi pesawat maksimal 400 kursi dipaksakan 500 orang jadi seperti metro mini,ditambah makanan mereka disana tidak diperhatikan dengan suhu cuaca tinggi mereka makan dengan makanan yang sangat dingin ,yang ada hanya muntah dan mual,hilang selera makan,melihat makananan ,sebab kebanyakan dimasak oleh Arab badui tentunya selera masakan berbeda padahal niat mereka disana untuk beribadah, hal  ini membuat jamaah sangat tersiksa dan hanya diminta bersabar,"jelas ini pembodohan yang sangat luar biasa yang dilakukan depag,"ujar ketua umum LSM PEACE H.ahmad shahab saat diskusi yang diadakan fraksi Hanura. Dalam dialog public mencari terobosan format ideal penyelenggara haji.


“Hal ini sudah melanggar komitmen berbangsa dan bernegara,fraksi Hanura diminta serius ,tidak sekedar ditampung aja persoalan ini,”minta Adi salah satu peserta  diskusi. sangat lucu juga masak biaya ONH + Indonesia sama dengan biaya ONH standart Singapura dan Malaysia.
Namun ditengah persoalan begitu Depag masih menklaim kesuksesan ditandai ada niat duta besar Rusia belajar dalam pengelolaan haji
harus ada tolak ukur kesuksesan penyelenggaraan haji kedepannya,ujar Ketua Umum Peace lagi
"Sudah rahasia umum maling besar ada di Depag,masak hanya Depag saja yang tau rincian dana DAU (dana abadi Umat)," ujar neni peserta lainnya

"pemerintah mengatur tapi tidak mencampuri ,jadi pengelolaan haji berbasis pelayanan prima dengan berbiaya murah," ditambahkan oleh Neni lagi
 
"Untuk kedepannya orang-orang Indonesia disana diberi peran seperti mahasiswa dan kelompok seperti albanjari albetawi dan lainnya,karena bisa sebagai penunjuk jalan dan juga guide bahasa,carut marut ini harus diubah sebab tiap ganti menteri pasti peraturan berubah,"beber Ahmad menutup pembicaraan. (alfian)

 
Baner