Abidinsyah Siregar : Presiden akan disurati sesuai Rekomendasi Training
Jumat, 21 Mei 2010 02:27

LINTAS INDONESIA - Permasalahan lingkungan hidup memiliki dimensi masalah lokal,regional dan global,
kurangnya kepedulian dan menganggap enteng persoalan pemanasan global dan perubahan iklim akan sangat merugikan kita,Ujar  Presidium KAHMI  Dr.Abidinsyah Siregar memulai  sambutannya kepada trainer di Ballrom holtel Sultan saat kegiatan training perubahan iklim Dept Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim KAHMI  kerja sama  dengan The Climate Project Indonesia dan Dewan Nasional Perubahan Iklim


Bersama-sama dunia kita mengatasi yang mengancam perubahan iklim," sebab perilaku manusia dan kegiatan pembangunan di sebuah negara yang mempengaruhi lingkungan hidup akan  menghasilkan berbagai perubahan kwalitas lingkungan hidup tidak saja di negara tersebut akan tetapi juga ditingkat global untuk itu permasalahan global memerlukan mobilisasi sumber daya secara global juga untuk penanggulangnya,ujar Dr Abidinsyah menambahkan


Training ini dihadiri 200 orang sehingga memenuhi ruangan  dan  diadakan untuk menggugah semua pihak,agar terlibat "setidaknya harus kita antisipasi mulai sekarang, "Jelas Dr Armi Susandi ketua program studi meteorologi, ITB dan wakil Ketua Pokja Adaptasi.
pembakaran Bahan Bakar Fosil dan mengemisikan CO2 ,pembalakan liar dan kenaikan konsentrasi gas rumah kaca,menyebabkan antmosfer menjebak radiasi dan mengembalikannya kebumi,kesemuanya akhirnya membawa dampak perubahan iklim ,
"Badai tropis, perubahan pola cuaca, banjir, longsor,mencairnya es di laut kenaikan muka air laut kebakaran hutan dan kekeringan akan dialami dunia kita kedepannya walaupun sebagian telah kita alami,ujar Dr Armi menjelaskan

"Pencegahan harus kita lakukan dalam upaya menghindarkan hal-hal yang tidak kita inginkan seperti penyesuaian pola pembangunan dan bersifat penanggulanan kita harus menurunkan emisi,merubah paradigma menuju green ekonomi yaitu visi meninggalkan praktek ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek dan banyak menimbulkan dampak lingkungan menuju ekonomi sistem perekonomian yang lebih ramah lingkungan (environtally sound ekonomy) ,"ujar Dr.Armi mengakhiri penjelasannya.

 
Baner