Muslim : Prinsipnya hal ini dilakukan adalah untuk menyelamatkan nasib-nasib TKI lain yang sudah di ancam hukuman mati.
Selasa, 21 Juni 2011 07:31


LINTAS INDONESIA -Jakarta -Hukum pancung yang dialami beberapa TKI di Arab Saudi menjadi pusat perhatian besar bagi masyarakat dan wakil Rakyat anggota DPR RI, dimana dipagi hari ini diagendakan paripurna salah satu agendanya mengenai hukuman pancung yang dialami Ruyati, yang ditanggapi hal ini terlalu terlambat untuk menyelesaikannya, untuk itu dianggap perlu agar kedepannya dapat diperbaiki.

Khusus untuk Darsem, pemerintah harus mengambil langkah yang tepat kongkrit dan efisien, sebab sepertinya tidak ada  pengawalan mengenai TKI satu ini.

"Kayaknya  pemerintah telat menyikapi kasus Darsem, karena salah satu saksi kunci telah mengatakan tidak mungkin Darsem yang melakukan sebanyak 41 tusuk ke badannya, saksi itu menyebutkan bahwa pacar Darsem yang melakukan, sehingga Darsem hanya mendapatkan denda,saat dipengadilan tapi sebelom banding," Ujar salah satu anggota DPR RI saat rapat paripurna DPR RI yang dibuka untuk umum.


"4 milyar ini karena pihak keluarga melakukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi lagi,dan hal ini tidak dikawal dari pemerintah," ujar anggota DPR RI yang disebut Habib sama pimpinan sidang Priyo Budi Santoso

Mengenai kasus Darsem masih bisa dinegosiasi lagi,karena masih ada celah hukum dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat atau mengurangi hukuman atau pertimbangan lainnya," Ujar Muslim anggota DPR RI dari Dapil Aceh ini

Pendekatan-pendekatan harus terus dilakukan pihak pemerintah dengan pihak kerajaan Arab Saudi,sampai hal ini benar-benar ditanggapi secara positif pemerintah sana.

"Prinsipnya hal ini dilakukan  adalah untuk menyelamatkan nasib-nasib TKI lain yang sudah di ancam hukuman mati,peran kita dibutuhkan karena sebagai pendamping dan menyelamatkan mereka,setidaknya kasus mereka transparan tidak ditutupi, dan kita wajib membela apa bila mereka tidak bersalah karena mereka adalah pahlawan devisa kita," Ujar Muslim mengakhiri waawancara diruangan Baleg dengan wartawan lindo karena akan menghadiri rapat lainnya.Alfian

 

 
Baner