|
Wasit kontroversial menjadi pusat perhatian |
|
Sabtu, 06 Februari 2010 16:31 |
|
LINTAS INDONESIA - Sebanyak 30 wasit yang terpilih itu terdiri atas 10 dari Eropa, enam dari Amerika Selatan, empat dari Asia, Afrika dan konfederasi CONCACAF serta dua dari Selandia Baru.
Wasit asal Swedia Martin Hansson,termasuk di antara 30 wasit yang terpilih untuk memimpin sejumlah pertandingan putaran final Piala Dunia di Afrika Selatan, Juni mendatang, padahal dia yang menjadi pusat perhatian pada pertandingan kontroversial Prancis saat kualifikasi Piala Dunia,
Hansson tidak melihat handball yang dilakukan oleh Thierry Henry dalam pertandingan pertemuan kedua babak playoff melawan Irlandia di Paris pada November lalu dan dikecam setelah insiden tersebut yang berujung pada terciptanya gol sehingga meloloskan Prancis dari babak kualifikasi itu.
Namun, ia terpilih pada pertemuan komite perwasitan FIFA di Zurich, Jumat, untuk menjadi ofisial Piala Dunia 2010.
Sebanyak delapan ofisial pada putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman yang sistem perwasitannya dikecam karena banyak terjadinya keputusan yangn kontroversial, kembali bertugas di Afrika Selatan.
Kejadian di Jerman itu membuat FIFA membentuk satu program asisten wasit khusus untuk melatih ofisial khusus yang lebih baik bagi putaran final 2010(ant/alfian)
|