| Narkoba Membuat Kualitas Atlit Tidak Prima |
| Selasa, 18 Oktober 2011 23:01 |
Lintas Indonesia _ Jakarta. Sejak dulu narkoba bukanlah menjadi hal yang aneh didalam Kehidupan manusia dibelahan dunia manapun, narkoba selalu menjadi alat bisnis yang sangat menggiurkan, keuntungan yang diperoleh bisa merubah ekonomi seseorang menjadi lebih baik bahkan dalam waktu yang sangat singkat kekayaan yang diperolehnya boleh dikatakan diatas rata-rata pendapatan bagi seorang pekerja bulanan. Bukanlah menjadi suatu hal yang tidak mungkin bagi manusia jahanam yang secara terang-terangan mengedarkan narkoba ini dengan sengaja telah berubah menjadi seorang dewa penolong terhadap insan manusia. Menyikapi hal ini Nasir Laapa, Pemerhati dari Papua yang juga pernah aktif diorganisasi Gerakan Anti Narkotika (GRANAT) merasa geram melihat keadaan ini,"Besarnya gelombang yang datang akibat pengaruh narkoba yang ada pada saat ini membuat saya geram. Saya benar-benar menyatakan perang terhadap narkoba dan segera bumihanguskan dari negeri kita yang tercinta ini," ujarnya. Nasir mengharapkan, khususnya didalam dunia olah raga, peredaran narkoba sudah mencapai taraf yang sangat mengkhawatirkan sekali, "Yang diperlukan oleh seorang atlit adalah stamina, maka seorang atlit bila sudah mengenal dan mengkonsumsi narkoba sudah barang tentu kualitas stamina yang dihasilkan tidak akan baik. Oleh karena itu saya mengharapkan peran serta pelatih, orang tua, dan lingkungan agar lebih diperhatikan secara ketat," harap Nasir. Nasir yang pernah juga menjadi atlit Karateka ini menambahkan,"kinerja pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk harus melakukan kerjasama dengan masyarakat, serius, beri hukuman yang seberat-beratnya bagi yang kedapatan mengedarkan narkoba," Ujarnya. (Bri) |
Lintas Indonesia _ Jakarta. Sejak dulu narkoba bukanlah menjadi hal yang aneh didalam Kehidupan manusia dibelahan dunia manapun, narkoba selalu menjadi alat bisnis yang sangat menggiurkan, keuntungan yang diperoleh bisa merubah ekonomi seseorang menjadi lebih baik bahkan dalam waktu yang sangat singkat kekayaan yang diperolehnya boleh dikatakan diatas rata-rata pendapatan bagi seorang pekerja bulanan. Bukanlah menjadi suatu hal yang tidak mungkin bagi manusia jahanam yang secara terang-terangan mengedarkan narkoba ini dengan sengaja telah berubah menjadi seorang dewa penolong terhadap insan manusia.





