|
Partai Nasrep Resmi dan Berbadan Hukum |
|
Sabtu, 04 Februari 2012 18:46 |
Lintas Indonesia - Jakarta. Partai Nasrep telah resmi dan berbadan hukum yang dikeluarkan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia beberapa waktu yang lalu, Partai yang mengusung Tommy Soeharto sebagai Presiden pada Pemilu tahun 2014 ini mulai berbenah. Baik di Intern Partai maupun diluar Partai.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Viva Yoga Mauladi : Sistem Proporsional terbuka disebabkan sistem itu mampu meningkatkan hubungan yang intensif antara Caleg Terpilih dengan Pemilihnya. . |
|
Kamis, 22 Desember 2011 18:11 |
|
LINTAS INDONESIA - Jakarta -"Direvisi UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, sikap PAN tetap mendukung sistem proposional terbuka (suara terbanyak) untuk menentukan calon legislatif terpilih. Di internal PAN telah diatur penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Caranya dengan menggunakan celah konstitusional di UU Pemilu," kata Ketua Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi.
Menurut Viva Yoga, dasar pemikiran PAN mengusung dan mendukung sistem proporsional terbuka karena sistem itu mampu meningkatkan hubungan yang intensif antara caleg terpilih dengan pemilihnya. Pertimbangan selanjutnya, kata Viva Yoga, sistem proporsional terbuka bersifat adil karena bagi calon legislatif yang bekerja keras dan membangun konstituen secara kontinu pasti akan terpilih di nomor urut berapa pun.
|
|
Selanjutnya...
|
|
YUSRIL :aliansi ini dibuat untuk menjadi lebih besar lebih kuat dimasa mendatang |
|
Rabu, 21 Desember 2011 10:19 |
|
LINTAS INDOENSIA - JAKARTA Deklarasi hijau ini ditandai dengan penandatangan ketua umum PBB, sebagai hari bersejarah bergabungnya partai islam menjadi aliansi bersama yang disebut aliansi hijau,deklarasi dibacakan Bowo Sekjen Partai Bulan Bintang, terbentuknya aliansi karena keinginan keras untuk memperbaiki keadaaan agar umat islam dapat bersatu dan menjadi kuat, sehingga dapat membentuk Negara beraqidah syariah Islam, sekaligus mengembalikan Kaum Muslimin dilandasi nilai agama,..penyerahan Pataka, PKNU diterima oleh Yusril kemudian diberikan ketua Umum PBB,..begitu penyerahan PATAKA PBB diterima oleh dewan syuro,.. keketua Umum Khairul Anam
Sementara Pidato Politik Yang disampaikanoleh Yusril mengatakan saat ini kita menyaksikan perkembangan lemahnya kaum muslimin, aliansi ini dibuat untuk menjadi lebih besar lebih kuat dimasa mendatang, kalo melihat rancangan UU PEMILU saat ini diliat dari ketentuan-ketentuannya sepertinya sangat sulit partai baru dan lama bisa masuk,ini disebabkan Elektoral Treshold yang terlalu tinggi sekitar 5 persen, Untuk itu kita harus memperjuangkan agar ET tidak berkisar 5 persen,..dan RUU Pemilu 2014 harus tetap kita perhatikan,..sebab Apabila Aliansi ini masuk berbagai persoalan terus kita perjuangkan,..Ekonomi dan keseejahteraan .
Sementara itu pidato Politik dewan syuro PKNU, mengedepankan semangat hijrah harus dikedeapnkan saat ini, seperti semangat hijrah dari Mekkah ke madinah yang pernah dilakukan sahabat rasulullah itulah bagian yang ditunggu umat islam, sebab hijrah semangat islam sangat jelas kelihatan, Aqidah islam yang menyatukan kabilah2 arab pada saat itu,..kaum Anshor dan muhajirin dapat disatukan dan begitu juga kita yang mengedepankan 3 Pilar, yaitu pertama kekuatan Aqidah Islam, kedua kekuatan ekonomi yang akan mensejahterakan umat islam khususnya dan masyaakat Indonesia umumnya, dan ketika persatuan dan kesatuan yang mengedepankan agar kita tidak bercerai berai Di balairung,..dihotel kartika Chandra, yang dihadiri para partisipan kedua partai sekitar 5 orang yang dimulai acara jam 19.30 wib.
|
|
Selasa, 01 November 2011 21:21 |
 Lintas Indonesia - Jakarta. Dengan dihapusnya fraksi utusan daerah (PPD) di MPR setelah Pemilu 2004 , membuat beberapa tokoh di fraksi PPD terdorong untuk membangun sebuah partai yang orientasinya untuk menampung aspirasi daerah serta didorong oleh kuatnya arus dinamika politik nasional, yang semula memiliki nama Partai Persatuan Daerah (PPD), Maka pada kongres PPD yang berlangsung telah berubah menjadi Partai Persatuan Nasional (PPN). 01/11/2011. |
|
Selanjutnya...
|
|
Malam Pisah Sambut di Kementerian Hukum dan Ham |
|
Rabu, 19 Oktober 2011 18:14 |
Lintas Indonesia - Jakarta. Pengumuman reshuffle yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Selasa (18/10) malam, Amir Syamsuddin resmi menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) menggantikan Patrialis Akbar yang habis masa jabatannya dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. |
|
Selanjutnya...
|
|
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) |
|
Rabu, 03 Agustus 2011 13:04 |
Jakarta – Lintasindonesia. Menanggapi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Kamis. 21/07/11. Sekjen DPP PPRN Maludin Sitorus didampingi Washington Pane (Bendahara Umum) dan sejumlah pengurus DPP lainnya, menilai apa yang dilakukan Amelia Yani, bukanlah membawa nama PPRN. “Bagaimana mungkin seorang yang sudah mengundurkan diri, bisa menggelar munaslub. Lagi pula, peserta munaslub itu bukanlah kader PPRN. Mereka semua itu illegal, karena tidak sesuai AD/ART partai yang berlaku” ujar Maludin. Jakarta, Jumat. (22/7/2011).
Maludin mengatakan secara tegas bahwa tidak ada konflik didalam tubuh PPRN, namun yang ada ketika itu Amelia (Ketum) menyatakan mengundurkan diri sebagai ketua umum sejak 1 Juni lalu. Jadi dia tidak berhak menggunakan nama PPRN dan atributnya, sesuai AD/ART Partai” ujar Maludin.
Menurut Maludin, tanggal 30 Mei PPRN mengadakan Rapat Pleno DPP, didalam rapat tersebut secara tegas dan tertulis Amelia resmi sudah tidak menjadi anggota PPRN lagi terhitung efektif 1/6/2011. “Amelia diminta oleh Partai Nasional Republik (PNR) sebagai ketua umum. Kemudian mendaftarkan diri ke Kemenkumham, Karena kurangnya suatu persyaratan, pengunduran dirinya ditunda”’ ujarnaya. “Terjadinya silang pendapat antara Amelia dengan PNR, dia kembali ke PPRN dengan mengatakan bahwa pernyataan pengunduran dirinya di PPRN tidak sah. Washington juga menjelaskan, pengunduran diri Amelia Yani sudah disampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM pada 4 Juli lalu. Sehingga apa yang dilakukan Amelia, bukan lagi tanggung jawab PPRN.
“Silakan saja dia mengubah nama dan lambang partai. Yang jelas PPRN tetap solid,” katanya.
Dia juga menyayangkan, kehadiran Ketua DPR RI Marzuki Alie pada munaslub itu. “Ini semakin memperkeruh suasana,” katanya.
Sementara itu, Amelia Yani membantah jika munaslub yang digelarnya ilegal. Dia mengungkapkan, munaslub itu diikuti 31 dewan pimpinan wilayah (DPW) dari 33 DPW, serta 263 dewan pimpin daerah (DPD) tingkat II. Amelia juga mengungkapkan, bahwa partai sudah memecat beberapa orang pengurus, di antaranya Washington, Maludin, Made Rahman, Rustam Effendi dan lainnya.
“Jadi kalau kami yang dikatakan illegal, itu tidak benar. Yang illegal adalah mereka,” katanya.
Amelia mengakui bahwa dirinya pernah mengajukan surat pengunduran diri pada 1 Juni. Namun pada 13 Juni, surat tersebut dicabut kembali. Ketka itu, katanya, ada kesepakatan bahwa dirinya akan diangkat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Republik (Nasrep) yang digagas oleh Tommy Soeharto.
Karena terjadi suatu masalah, dirinya keluar dari Nasrep dan kembali ke PPRN. Dalam munaslub itu juga diputuskan nama PPRN diubah menjadi Partai Nasional Pembanguan (PNP). Red-Bri.
|
|
Osman Sapta Odang :PPN yakin partai baru ini akan lolos Parliamentary Threshold |
|
Senin, 20 Juni 2011 20:26 |
LintasIndonesia - Jakarta. Partai Persatuan Nasional (PPN) menggelar Rapat Konsolidasi Organisasi dengan tema Bersatu Menuju Pemilu 2014. Di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Rapat yang digelar bertujuan untuk meningkatkan Komunikasi antara Partai Persatuan Nasional di tingkat pusat dengan tingkat daerah di seluruh Indonesia. Dalam pertemuan ini juga akan diadakan penyerahan SK kepada DPD PPN.
PPN merupakan partai-partai yang didirikan oleh tokoh-tokoh dari 12 parpol yang tidak berhasil mendapatkan kursi di DPR RI pada pemilu lalu dengan nama PPD. partai baru ini memakai lambang payung berwarna merah.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Yusad Siregar : Partai Republik Satu berikrar siap membenahi mulai dari yang terbawah |
|
Minggu, 19 Juni 2011 23:23 |
|
Lintasindonesia - Jakarta. Tinggal beberapa waktu lagi Pemilihan Umum akan dimulai kembali, sudahkah kita tentukan, Partai apa sebagai calon wakil rakyat terbaik yang akan dipilih. Didalam memilih suatu partai diperlukan informasi kritis bagaimana kriteria yang ditawarkan oleh partai yang akan dipilih tersebut.
Partai Republik Satu, telah mengukuhkan diri untuk ikut serta didalam pemilihan umum mendatang. Ketua Umum Partai Republik Satu, Yusad Siregar mengatakan, “Kami siap untuk menjalankan amanat penderitaan rakyat, kami mulai dari mensejahterakan para petani”, ujarnya. |
|
Selanjutnya...
|
|
Priyo Budi Santoso Media Massa tidak perlu ditakut-takuti. |
|
Jumat, 17 Juni 2011 12:19 |
LINTAS INDONESIA -Menurut Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso , pengiriman peti mati kepada sejumlah media massa itu merupakan bentuk intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
"Dulu ada aksi pengiriman paket bom buku, sekarang ada modus baru, dalam bentuk mistik dengan mengirim peti mati. Saya minta aparat untuk segera mengungkap dan menyidiknya, apalagi dikirim kepada media massa," ujar Priyo.
Politisi Golkar itu menyebutkan, biarkanlah media massa dengan caranya dan tidak perlu ditakut-takuti dengan cara seperti itu Priyo menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengirimkan peti mati ke sejumlah media massa.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Miryam S Haryani : Srikandi Hanura mengupayakan pada pemilu mendatang, suara akan meningkat |
|
Senin, 06 Juni 2011 04:24 |
|
LINTAS INDONESIA -Jakarta- Tantangan dalam panggung politik Indonesia semakin besar. Persaingan untuk mendapatkan suara melewati ambang batas parlemen semakin ketat. Suara perempuan adalah potensi yang tidak bisa diabaikan. Untuk mendulang suara perempuan, Partai Hanura hari ini, Minggu (5/6/2011), mendeklarasikan berdirinya Srikandi Hanura di Balai Kartini, Jakarta. Srikandi Hanura didirikan sebagai salah satu organisasi sayap partai yang diharapkan bisa menambah jumlah suara pemilih Partai Hanura, terutama dari kaum perempuan.
Miryam S Haryani, Ketua Umum Srikandi Hanura mengatakan, parlemen pada Pemilu 2009 hanya 2,5 persen, Srikandi Hanura mengupayakan pada pemilu mendatang, suara akan meningkat, "Itu angka yang cukup berat untuk partai menengah seperti Hanura. Dengan tantangan ini, kami coba dirikan organisasi ini untuk mengupayakan intensitas Hanura dalam meraih jumlah pemilih Hanura, terutama dari kalangan perempuan," ujarnya saat memberikan sambutan. |
|
Selanjutnya...
|
|