Tiga pasang calon presiden - wakil presiden mendaftar di KPU
Sabtu, 16 Mei 2009 14:05

Hari ini (16/5) tiga pasang bakal calon presiden/wakil presiden (capres/ cawapres) mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol Jakarta. Pasangan yang pertama mendaftar sebagai Pasangan Bakal Calon Presiden/Wakil Presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 adalah Jusuf Kalla–Wiranto yang datang ke KPU sekitar pukul 11.00 WIB.

Pasangan kedua yang mendaftar adalah Megawati Soekarno Putri–Prabowo Subianto. Pasangan ini mendaftar ke KPU sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara itu bakal capres/cawapres Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono adalah pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU. Pasangan ini mendaftar sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketiga pasang bakal calon presiden/wakil presiden ini disambut langsung oleh ketua dan semua anggota KPU. Sebelum pasangan bakal calon menyerahkan berkas pendaftaran, Ketua KPU memberikan pengantar dan penjelasan singkat mengenai persyaratan bagi parpol/gabungan parpol yang berhak mengajukan capres/cawapres, jadwal pemeriksaan kesehatan, waktu verifikasi berkas persyaratan, jadwal kampanye sampai waktu pemungutan suara Pilpres 2009 yang jatuh pada 8 Juli 2009.


“Setelah memasukkan berkas, kami (KPU) mohon (para bakal calon) melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Ketua KPU A. Hafiz Anshary saat memberikan penjelasan. Atas rekomendasi IDI, KPU telah menetapkan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD) sebagai tempat pemeriksaan kesehatan bakal calon capres/cawapres. Pemeriksaan kesehatan dilakukan mulai dari 11-18 Mei 2009.

Setelah menyerahkan berkas persyaratan, masing-masing pasangan bakal calon presiden/wakil presiden diberikan waktu memberikan sambutan.  Semua pasangan bakal calon mengharapkan Pilpres 2009 dapat berjalan dengan aman dan damai serta meminta KPU untuk dapat menyelenggarakan Pilpres dengan sebaik-baiknya.

Ketua KPU A.Hafiz Anshary mengungkapkan, KPU bertekad bulat melaksanakan Pilpres 2009 dengan sebaik-baiknya dan meminta dukungan dari semua pihak agar Pilpres berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. “Yang kami (KPU) lakukan tidak akan maksimal tanpa dukungan semua pihak. Penegakan kejujuran dan keadilan (dalam Pilpres) diperlukan kerjasama semua pihak,” ungkap Hafiz. ( kpu.go.id )

 
Baner