| Curi Star Kampamye Dinilai Tidak Efektif |
| Selasa, 02 Juni 2009 06:14 |
|
LINTAS INDONESIA - Kampanye capres dan cawapres diam-diam sudah dilaksanakan. Kampanye semacam itu disebut curi star yang dinilai tidak efektif, sebab kampanye yang sah untuk dilaksanakan itu sejatinya berdasarkan jadwal kampanye yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hala ini dikemukakan Ray Rangkuti, Pengamat Politik dari Lingkar Madani (LIMA) untuk Indonesia usai Diskusi bersama yang bertajuk Kami Generasi Anti Utang" di Rumah Makan Omah Sendok, Jl. Mpu Sendok, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (1/6). Deveni kampampaye pilpres ini masih dinilai abuh-abuh alias tidak jelas, diakibatkan KPU dan Bawaslu tidak tegas dalam memberikan sangsi pelananggaran kampanye pada pilpres mendatang,tegasnya.. Lebih lanjut Ray mengatakan,oleh Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawasan Pemilu itu tidak tegas,maka kampaye bebas itu dilaksanakan. "Semenatara terkait kecuranagn DPT dalam pilpremendatang berindikasi besar kemungkinan masih akan terjadi, bahkan lebih dari pemilihan legislatif April lalu,"jelasnya. Sambungnya Daftar Pemilih Tetap itu hanya berjumlah 5 juta, tapi banyak pihak berasumsi lain yakni 20 juta. (Adam) |





