| Prabowo Dukung SBY Soal Ambalat |
| Jumat, 12 Juni 2009 05:58 |
|
LINTAS INDONESIA - Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mempertahankan kedaulatan RI di Perairan Ambalat. "Khusus masalah kedaulatan negara dan ancaman dari luar negeri, kita mesti bersatu di bawah presiden berkuasa. Itu sikap yang paling benar," katanya di Jakarta, Rabu (10/6). Mantan Pangkostrad itu mengingatkan agar tidak mengkritik "nakhoda " (presiden) yang memimpin di saat "kapal" (negara) sedang terkena ombak. "Itu sikap saya, kita dukung pemerintah yang sah. Kita bersatu dan tidak akan kompromi," katanya. Prabowo mengaku percaya siapapun yang memegang pemerintahan juga tidak akan kompromi bila mana kedaulatan negara terancam. "Makanya saya katakan, perkuat ekonomi, selamatkan kekayaan kita," kata purnawirawan jenderal berbintang tiga itu. Dia menduga adanya pihak dari luar yang ingin mengganggu kedaulatan negara tidak terlepas dari "bocornya" kekayaan negara sehingga tidak memiliki uang lagi untuk membeli kapal perang dan pesawat tempur. "Karena uang tidak ada, jumlah kapal dan pesawat terbatas. Perawatan peralatan juga terbatas. Akibatnya kita dianggap tidak kuat oleh negara lain," kata mantan Danjen Kopassus itu. Meski begitu, Prabowo mengaku bersyukur, Malaysia di bawah Perdana Menteri (PM) yang baru, Dato' Seri Mohd Najib Tun Abdul Razak, menyatakan tidak ingin berperang dengan Indonesia. "Saya baca pernyataan PM Malaysia, dia ingin bersahabat. Kita bersyukur dengan pernyataan itu," katanya. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menegaskan, Indonesia tidak akan mengalah atau menyerah begitu saja di Blok Ambalat yang diklaim Malaysia. "Kami tidak akan tawar-menawar mengenai ini. Kami akan kerahkan upaya diplomasi dengan menggelar kekuatan yang terukur untuk mempertahankan hak daulat RI di Ambalat," katanya. Menhan menegaskan, RI juga tidak akan gentar dengan segala bentuk manuver atau provokasi yang dilakukan Malaysia. Meruncingnya situasi Ambalat belakangan ini karena armada tempur Malaysia berulang kali dengan bebas bermanuver di kawasan yang kaya minyak dan gas bumi itu. (Ant/MI/TAMMO) |





