Komposisi Pimpinan MPR Tergantung Lobi
Jumat, 02 Oktober 2009 07:01
LINTAS INDONESIA - Keputusan mengenai komposisi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dipilih pada Sabtu (3/10) besok ditentukan melalui lobi dalam pertemuan konsultasi antara Pimpinan Sementara MPR dengan perwakilan partai politik dan perwakilan DPD  pada Jumat (2/10) siang ini. Anggota DPR asal PDI Perjuangan yang juga Sekjen partai, Pramono Anung mengatakan, terdapat dua pilihan lobi.

Pilihan lobi tersebut adalah pertama, apakah bisa dengan musyawarah mufakat atau diaklamasikan, dan kedua, bagaimana komposisi pimpinan MPR. Pramono menyebutkan, pilihan komposisi bisa saja 3-2 (3 anggota DPR-2 anggota DPD), 4-1 (4 anggota DPR-1 anggota DPD), atau 5-0 (5 anggota DPR). Menyusul putusan MK yang menghapus pasal komposisi pimpinan MPR, membuat adanya kebebasan dalam menentukan formasi.

"Tapi bicara kepemimpinan MPR, bisa terganggu kalau komposisinya 5-0 karena seharusnya mewakili dua lembaga, DPR dan DPD. Maka, dari kompromi dalam lobi nanti, kita bisa mengatur berapa dari unsur DPR dan DPD," kata Pramono, Jumat (2/10), di Gedung DPR, Jakarta.

Paket 4-1 yang terdiri dari PDI Perjuangan, PPP, PKB, Golkar dan unsur DPD, dikatakan Pramono, belum final. Sebab, aspirasi DPD menilai satu kursi untuk DPD masih terlalu sedikit. "Nanti akan diselesaikan dalam forum lobi," ujarnya.

Wakil Ketua DPD, La Ode Ida yang dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa DPD berpendapat komposisi pimpinan MPR tak boleh mengurangi makna MPR yang menjadi cermin dua lembawa perwakilan rakyat. "Kalau konsep 4-1 terlalu sedikit dan mengurangi makna keberadaan MPR itu sendiri," kata La Ode Ida.(kps/tammo)


 
Baner