Mensos Akui Penumpukan Bantuan Kemanusiaan,Emang Depsos Tidak Pernah Beres Kerjanya
Senin, 05 Oktober 2009 09:48
LINTAS INDONESIA - Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengakui bantuan untuk korban gempa di Sumatera Barat menumpuk di kantor-kantor bupati karena belum bisa disalurkan, karena terkendala masalah angkutan.

"Saya sudah perintahkan Gubernur untuk kerahkan mobil-mobil rescue kecil untuk menyalurkan bantuan yang menumpuk di kantor-kantor bupati," kata dia usai menghadiri peringati HUT ke-64 TNI di Jakarta, Senin (5/10).

Ia mengemukakan, penyaluran bantuan terhambat kondisi jalan yang rusak dan kecil menuju lokasi-lokasi bencana. "Saya paham daerah itu. Jalannya kecil dan harus dengan mobil kecil," ujar Bachtiar.

Mensos menambahkan, proses pengiriman bantuan sebelum diterima korban harus melalui kecamatan dan diteruskan ke wali-wali nagari. Bantuan akan terus dikoordinasikan secara optimal selama 24 jam.

Pasca-gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter pada Rabu (30/9) di Sumatera Barat (Sumbar) hingga Senin (5/10) pagi sudah terjadi gempa susulan 582 kali di sana. "Gempa susulan terus terjadi. Namun lebih kecil," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padangpanjang, Taufik Gunawan.

Tentang isu gempa yang lebih besar, dia mengatakan, harus dipahami bahwa Provinsi Sumatera Barat berada di daerah patahan Sumatera dan di jalur patahan Indo-Australia yang berada di pantai barat. "Karena itu, di kawasan ini memang berpotensi terjadi gempa besar," kata dia.

Hal itu tidak bisa diramalkan karena siklus gempa itu tidak teratur. Namun, yang penting masyarakat tetap selalu waspada. "Karena tinggal di daerah rawan gempa, kita harus memahami prosedur mitigasi," kata dia. (Ant/MI/Yat)
 
Baner