|
Kapolri: Apapun yang Terjadi Kita Harus Solid |
|
Senin, 30 November 2009 05:44 |
|
LINTAS INDONESIA-Kepolisian Indonesia menuai kritik tajam dalam kasus dugaan kriminalisasi dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan apa yang menimpa Polri saat ini merupakan ujian yang harus dilalui. "Karena itu, semua jajaran dari atas sampai bawah harus solid, siap menghadapi tantangan tugas. Karena kita Bhayangkara sejati," tegas Bambang dalam sambutannya di sertijab sejumlah pati Polri di Jakarta, Senin 30 November 2009. Sebagai Bhayangkara sejati, kata dia, sudah selayaknya polisi menjadi pengayom dan pelindung masyarakat dan memberikan yang terbaik, transparan, bersih dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga polisi bisa menjadi kebanggaan bangsa dan negara.
"Apapun dinamika yang terjadi, Polri harus teguh, kompak, apapun dan siapa pun yang menjabat akan mengalami hal yang sama, setiap pergantian jangan membuat instisuti kita goyang," katanya. Jajaran polisi harus siap menghadapi dinamika di lapangan. "Saya apreasiasi seluruh anggota karena telah memberikan bukti konkret. Kita tetap menjalankan tugas, saya apresiasi dengan para jenderal," katanya. Hendarso kemudian berpesan kepada para petinggi Polri yang dimutasi, termasuk pesan khusus kepada mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. "Saya menyampaikan rasa hormat dan apresaisi yang tinggi karena hingga saat ini kita masih merasakan institusi Polri tetap solid," kata dia.(VV/Yat)
|