Bathoegana: Mundurnya Sekjen Demokrat Karena Tradisi
Senin, 07 Desember 2009 03:57
LINTAS INDONESIA-Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Sutan Bathoegana menegaskan, mundurnya Marzuki Alie dari posisinya sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat karena menjalankan tradisi dan bukan karena adanya “perpecahan” di tubuh partai.

 

“Memang benar, Pak Marzuki Alie mengundurkan diri dari posisi Sekjen DPP Partai Demokrat. Tapi itu dikarenakan kesibukan beliau untuk konsentrasi sebagai Ketua DPR RI. Ini memang sudah kita tradisikan di Partai Demokrat,” tegasnya di Jakarta, Senin (7/12).

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrtat Ahmad Mubarok juga membantah ada perpecahan di tubuh partainya, setelah mundurnya Marzuki Alie dari posisi Sekjen.

“Itu sudah kebijakan nasional Partai Demokrat. Bahwa setiap ada kader yang terpilih atau dipercayakan menjabat jabatan publik, maka harus konsentrasi di situ, dan berarti melepas yang di struktur partai,” kata Ahmad Mubarok.

Sutan Bathoegana mengatakan hal tersebut untuk menepis rumor yang beredar, seolah-olah Marzuki Alie disingkirkan dari posisinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat karena tidak sejalan lagi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo.

Namun, kabar yang beredar pula, Marzuki Alie yang terpilih sebagai Ketua DPR RI, bakal mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di jajaran Dewan Pembina partai pemenang Pemilu 2009 itu.

Sutan Bathoegana menambahkan, jika seseorang kader telah dipercayakan untuk tugas yang lebih besar lagi untuk kepentingan negara, otomatis jabatan mereka sebagai eksekutif di partai sudah seharusnya ditanggalkan. “Jadi, demi untuk kepentingan negara itu terjadi. Tidak benar ada ketidakcocokkan dengan Ketum Partai Demokrat,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Ahmad Mubarok mengungkapkan pula ada banyak kader lain mengalami hal seperti Marzuki Alie. “Tidak usah ambil contoh di nasional, di beberapa daerah juga begitu. Seperti misalnya Ketua DPD PD DKI yang jadi Ketua DPRD, mundur dari jabatan struktural partai juga. Dan itu tidak ada masalah bagi kami, karena sudah jadi kebijakan nasional,” tegasnya.(Kps/Tammo)

 
Baner