Empat Mahasiswa Luka dalam Unjuk Rasa Antikorupsi
Rabu, 09 Desember 2009 13:20

LINTAS INDONESIA-Empat mahasiswa terluka dalam unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi yang diwarnai bentrokan dengan polisi di depan Kantor DPRD Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (9/12).

Bentrok terjadi saat para mahasiswa berusaha menerobos pintu gerbang gedung wakil rakyat itu yang dijaga aparat kepolisian dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Saat itu, para mahasiswa yang hendak menemui anggota DPRD Pamekasan untuk berdialog tidak bisa masuk karena gerbang ditutup dan dijaga petugas. Mereka berusaha menjebol pintu gerbang dengan cara mendorongnya, hingga akhirnya pintu itu terbuka.

Namun, laju para mahasiswa masih terhalang oleh pagar betis petugas Satpol PP dan aparat kepoisian hingga terjadi saling dorong.


Pada saat itu, beberapa polisi memukul mahasiswa dengan pentungan hingga empat orang
mengalami luka di kepala. Mereka adalah, Sahrul, Faridi, Aditya, dan Rosi. Semuanya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Madura, Pamekasan.

"Kami menyayangkan aksi pemukulan itu. Sebab, sejak awal kami sudah melakukan pemberitahuan ke kepolisian bahwa selain orasi, kami juga akan berdialog dengan anggota DPRD Pamekasan," kata Ketua PMII Pamekasan Shodiq.

Akibat pemukulan itu, unjuk rasa sempat ricuh dan diwarnai aksi saling kejar antara aparat polisi dan mahasiswa. Bahkan, kendaraan taktis (rantis) Polda Jawa Timur yang disiagakan di belakang gedung DPRD sempat merangsek ke teras utama DPRD. (VV/san)

 
Baner